Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi: Dua Anak Meninggal di Monas Bukan karena Antre Sembako

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 2 Mei 2018 | 10:40 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id — Polda Metro Jaya memastikan dua anak yang meninggal dunia di Monas pada Sabtu (28/4) bukan peserta yang ikut dalam acara bagi-bagi sembako yang dilaksanakan Forum Untukmu Indonesia (FUI). Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno menyampaikan dirinya mendapat laporan ada dua orang yang meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan isu yang menyatakan dua anak ini meninggal karena mengantre sembako keliru. “Tidak benar,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (1/5)

Ia menambahkan anak ini ditemukan di luar pagar atau area Monas dan tidak dalam keadaan sedang mengantre sembako. “Kita temukan di luar pagar tergeletak,” kata Argo. “Kita temukan tidak mengantre,” tambahnya.

Pihaknya mendapat laporan pada tanggal 28 April sekitar pukul 15.00 ada anak laki-laki berumur 13 tahun pingsan di luar area Monas atau di seberang Mabes Angkatan Darat. Anak ini kemudian dibawa Satpol PP ke RS Tarakan.

“Setelah dicek di RS Tarakan masih hidup. Kemudian beberapa menit kemudian korban meninggal dunia,” jelasnya.

Argo menambahkan anak tersebut meninggal karena suhu badan yang tinggi dan kekurangan cairan atau dehidrasi.

Seorang anak lainnya yang meninggal dunia berumur 11 tahun. Ia meninggal dunia di RS Tarakan pada Minggu (29/4) pada pukul 05.00 WIB.

“Setelah kita tanya dokter yang jaga, yang bersangkutan kekurangan cairan atau dehidrasi dan suhu badan tinggi. Menurut keterangan orangtua korban, korban ada keterbelakangan mental,” jelasnya.[eko/hg]

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar