Jumat, 18 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi Jual Masker Sitaan, Mahfud: Asal Uang Tidak Dimakan Sendiri

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 6 Maret 2020 | 16:05 WITA Tag: ,
  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tak mempermasalahkan keputusan polisi menjual masker hasil sitaan. Karena, ada kepentingan masyarakat luas yang menjadi dasar pertimbangan. (Mifathul Hayat/Jawa Pos)


Hargo.co.id– Jajaran Polda Metro Jaya memutuskan menjual kembali masker yang ditimbun dengan harga normal. Keputusan ini diambil karena kebutuhan masyarakat terhadap barang tersebut tengah meningkat, di tengah kasus virus korona (Covid-19) di Indonesia.

Terkait itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tak mempermasalahkan keputusan tersebut. Karena, ada kepentingan masyarakat luas yang menjadi dasar pertimbangan.

“Masyarakat butuh, asal uang tidak dimakan sendiri kan boleh. Kembali ke negara, bisa kembali ke dia (pelaku),” kata Mahfud di Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

BACA  Jangan Remehkan Covid Pada Anak, 40 Persen dengan Riwayat Komorbid Meninggal

“Misal saya nyita dari si A dia menjual Rp 100 ribu polisi cuma jual Rp 20 ribu ya kasih kan aja ke dia (pelaku) semua. Yang penting dipertanggungjawabkan, yang penting masyarakat butuh supaya dilayani,” imbuhnya.

Mahfud pun menilai tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh polri dengan kebijakan tersebut. Namun, dia mengingatkan agar aparat jeli dalam melihat motif kejahatan penimbunan masker ini.

BACA  Wakapolda Gorontalo Minta Personel Polda dan Polres Jadi Agen Vaksinasi Covid-19

“Menurut saya sih nggak (melanggar aturan), tapi lihat motif dulu. Menjual punya orang yang disita itu kan kalau penjulan dianggap pelanggaran pidana kan harus ada dulu motifnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menemukan 60 ribu masker ditimbun di wilayahnya. Pelaku sengaja menimbun masker untuk dijual dengan harga selangit. Hal itu menyusul naiknya harga masker di pasaran usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada kasus korona di Indonesia.

BACA  Diduga Terkait Pejualan Vaksin Covid-19 Ilegal, Sejumlah Oknum ASN Diamankan Polisi

Sebagai tindakan tegas, selain menyeret pelaku ke jalur pidana, polisi juga akan menjual masker-masker hasil timbunan ini dengan harga normal kepada masyarakat. Yakni senilai Rp 22 ribu per boks. Situasi ini diputuskan mengingat adanya kebutuhan masyarakat terhadap masker.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi jumat 6 maret 2020


Komentar