Jumat, 22 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waspada Teroris, Polisi-Mahasiswa Gelar Aksi

Oleh Aslan , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 16 Mei 2018 | 11:36 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Maraknya aksi teror yang terjadi beberapa hari terakhir ini, memicu berbagai kritikan dan kecaman dari berbagai kalangan. Tak terkecuali masyarakat di Kabupaten Pohuwato.

Menariknya, aksi yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Selasa (15/5), juga mendapat dukungan penuh Polres Pohuwato dengan turut serta turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap aksi terorisme.

Pantauan Gorontalo Post (Hargo.co.id), pemandangan tak biasa terlihat pada aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam PMII tersebut. Pasalnya, anggota Polri yang biasanya hanya bertugas untuk mengamankan jalannya aksi, pada aksi kali ini salah satu Anggota Polri juga ikut berorasi dan turut serta menyuarakan penolakannya atas aksi teror yang sering terjadi akhir-akhir ini.

BACA  Pilkada Kabgor Makan Tumbal, Ketua KPU Dicopot dari Jabatan

Dalam orasinya, Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Pohuwato, Bripka Jani Afanto, di hadapan masyarakat yang melintas dengan tegas menyuarakan penolakanya atas tindak terorisme yang dilakukan oleh para pelaku yang dengan sengaja bermaksud merusak dan memecah belah kerukunan bangsa.

“Kita lawan terorisme dengan bersama-sama, kita tunjukkan kita tidak takut. Dan menolak aksi teror yang terjadi,” tegas Bripka Jani.

Kepada Gorontalo Post, koordinator aksi, Muhamad Fahri Tuda, mengatakan, tujuan aksi kali ini agar menunjukan memang bekerjasama dengan pihak kepolisian Resort Pohwuato sehingga menunjukan bahwa mahasiswa dan masyarakat Pohuwato akan terus mendukung Polri dalam hal pemberantasan terorisme di Indonesia.

“Kami selaku masyarakat Pohwuato sangat mengecam dan mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di tanah Air. Olehnya, kami selaku mahasiswa Pohwuato akan terus bekerjasama dan mendukung polri untuk memberantas terorisme di Indonesia,” kata Fahri.

Aksi damai tersebut juga dirangkaikan dengan penggalangan tanda tangan masyarakat sebagai bentuk penolakan terhadap aksi teror yang marak terjadi.

BACA  Kena Razia Keramaian, Sejumlah Rumah Makan Ditutup

Sementara itu, di Mapolres Bone Bolango dilakukan pemeriksaan ketat bagi tamu yang keluar masuk sejak Selasa (15/5). Satu persatu warga yang hendak memasuki markas Polres Bone Bolango itu harus melalui beberapa tahap pemeriksaan. Dimulai dari identitas pengunjung hingga barang bawaan mereka tak lengah juga dari pemeriksaan petugas yang berjaga.

Sistem akses satu pintu itu diberlakukan untuk menjaga stabilitas keamanan pengunjung yang hendak memasuki kantor pelayanan penegakan hukum. Identitas pengunjung hingga barang bawaan pun harus melalui proses pemeriksaan sebelum masuk.

BACA  Libur Panjang Kerap Picu Kenaikan Kasus Covid-19
Petugas Polres Bonebol memeriksa ketat tamu yang hendak berkunjung ke Mapolres Bonebol, Selasa (15/5).

Ini dilakukan bukan hanya pada jam pelayanan. Namun diberlakukan 1x 24 jam. Hal tersebut diungkapakan Kapolres Bonebol, AKBP, Robin Lumban Raja melalui Kabag OPS Polres Bonebol AKP. Rachman. Ia mengungkapkan, peraturan tersebut tidak hanya diberlakukan di wilayah Bone Bolango, bahkan peraturan tersebut diberlakukan di seluruh mapolres bahkan sampai di tingkat Polsek di seluruh indonesia.

“Aturan ini diberlakukan untuk menjaga stabilitas keamanan bagi para pengunjung yang hendak menyambangi Mapolres Bonebol. Meski pemeriksaan pengunjung diperketat, namun Pelayanan untuk masyarakat tetap kita buka 1×24 jam,”singkatnya. (mg02/mg03/hg)


Komentar