Kamis, 25 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi Tahan Pelaku Pencabulan Bocah 11 tahun

Oleh Berita Hargo , dalam Kab. Gorontalo Metropolis , pada Senin, 1 Februari 2021 | 20:05 WITA Tag: ,
  Tersangka pencabulan terhadap bocah 11 tahun saat ditahan oleh Polres Gorontalo. (Foto: Deice Pomalingo/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kepolisian Resort (Polres) Gorontalo secara resmi menahan RB, tersangka pelaku pencabulan bocah 11 tahun di Kabupaten Gorontalo yang kini tengah hamil 8 bulan. RB resmi ditahan setelah polisi menemukan dua alat bukti, berupa keterangan enam saksi dan hasil visum korban.

Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana S.I.K, melalui Kasat Reskrim Iptu Mohamad Nauval Seno, S.I.K mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan RB sebagai tersangka pada Jumat (29/01/2021).

BACA  Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Bone Raya Intens Gelar Operasi Yustisi

“Hari ini terduga pelaku yang juga merupakan kakak ipar korban resmi kita tahan, karena memang diduga telah melakukan pencabulan kepada korban berinisial FM yang terjadi di Desa Isimu Utara,” kata Iptu Mohamad Nauval Seno kepada sejumlah awak media, Senin (01/02/2021).

Sebelumnya, Polres Gorontalo telah meminta keterangan dari tujuh orang saksi termasuk korban untuk mendalami kasus pencabulan yang dialami oleh bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut.

BACA  Pencabulan Marak, Warga Singgung Penerapan Hukum Kebiri

Iptu Muhammad Nauval Seno mengatakan, berdasarkan laporan pelapor pada tanggal 30 Oktober 2020 dan juga para saksi, Kuat dugaan pelaku merujuk pada RB, kakak ipar korban. Diawal pemeriksaan pelaku tidak mengakui perbuatan tersebut.

“Tersangka memang yang tidak mengakui. Namun ada saksi petunjuk yang menyaksikan langsung perbuatan itu yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban,” ujar Iptu Mohamad Nauval Seno

BACA  Soal Bocah 11 Tahun yang Hamil, Polisi Akan Tes DNA

Akibat perbuatanya, RB dijerat dengan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)terkait dengan masalah tindak pidana kesusilaan.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya Iptu Mohamad Nauval Seno.

Saat ini, tersangka telah dilakukan penahanan di ruang tahanan Polres Gorontalo, sembari menunggu pelimpahan berkas untuk disidangkan.(hiu/hg)


Komentar