Polisi Ungkap Kasus Pencurian dan Narkoba

KAPOLRES Pohuwato AKBP Ary Donny Setiawan bersama perwiraPolres, memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan perkara olehanggota.

Hargo.co.id Gorontalo – Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Seperti yang terjadi di Marisa, polisi berhasil meringkus tersangka pencurian berinisial ST alias Sugi, yang tak lain merupakan residivis kasus yang sama. Di saat yang sama pula, seorang tersangka narkoba juga berhasil ditangkap Polres Pohuwato.

“Tersangka ini (pencurian,red) juga residivis kasus yang sama. Dia baru beberapa bulan ini keluar dari Lembaga Pemasyarakatan,” ungkap Kapolres Pohuwato, AKBP Ary Donny Setiawan,SIK, dalam jumpa pers, kemarin, Senin (30/10).

BACA  Satuan Narkoba Polres Pohuwato Amankan 470 Botol Miras

Dari tangan tersangka ST alias Sugi pula, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa empat unit sepeda motor, satu unit laptop, satu unit TV LCD dan dua unit Handphone.

“Untuk tersangka ST dijerat dengan Pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Eka Candra Mulyana,SIK dan Kasat Narkoba, AKP Dedi Supriyatno,SIk.

BACA  Soal Narkoba, Ini Kata Kapolres Pohuwato

Selain pengungkapan kasus pencurian yang meresahkan, polisi juga berhasil mengungkap peredaran narkoba, belum lama ini. Polres Pohuwato menahan seorang tersangka berinisial AB alias Mat dengan barang bukti berupa 5 paket kecil narkoba jenis sabu-sabu, satu buah pembungkus rokok LA bold, satu buah Handphone.

Untuk tersangka narkoba ini, oleh penyidik diterapkan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Yang bersangkutan diancam dengan hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara,” tegasnya.

BACA  Penyalahgunaan Narkoba dan Miras di Gorontalo Masih Tinggi, Ini Buktinya

Kapolres berharap agar kiranya seluruh elemen masyarakat bisa bersama-sama membantu aparat kepolisian dalam hal mengantisipasi masuknya narkoba di daerah Pohuwato.

Tak hanya itu saja, diharapkan pula agar hal-hal yang mencurigakan bisa segera dilaporkan sehingga dapat ditindaklanjuti secepatnya. “Tanpa bantuan serta dukungan dari masyarakat, kami tentunya akan sangat sulit dalam mengungkap perkara di daerah Pohuwato,” pungkasnya. (kif/hg)

-