Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Politikus PDIP Cecar Pimpinan KPK Soal Istilah OTT

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 27 September 2017 | 05:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan mengkritisi istilah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kerap dipertontonkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjerat pelaku korupsi.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan lima orang pimpinan KPK di Komisi bidang hukum DPR, Selasa (26/9), politikus PDI Perjuangan itu meminta Agus Raharjo dan empat komisioner lembaga antirasuah lainnya membaca lagi ketentuan tentang tertangkap tangan.

Menurutnya, dalam hal pelaku kejahatan tertangkap tangan, selain ditangkap saat melakukan kejahatan ada kata ‘segera’ sesudah kejahatan itu dilakukan. Tapi kondisinya menurut Arteria berbeda dalam OTT yang dilakukan KPK.

BACA  Kemenkumham Tak Akui Kepengurusan Demokrat Kubu Moeldoko

“Apa pengertian segera itu? Bukan paginya di lapangan golf lalu malamnya ditangkap di Plaza Indonesia, itu tidak memenuhi unsur segera. Kemudian diumumkan ke khalayak ramai layaknya copet, nggak ada itu kayak gitu. Tolong dong edukasi publik dengan cara-cara yang sehat, jangan dipaksakan semuanya,” ujar Arteria.

Karena itu, politikus berdarah Minang ini meyakini lembaga antirasuah memaksakan istilah OTT itu sama dengan kondisi tertangkap tangan. Tujuannya supaya administrasi penyelidikan dan penyidikan hukum oleh KPK itu mudah.

BACA  Kapolri Benarkan Kantornya Diserang OTK Bersenjata

“Kalau tertangkap tangan kan urusannya belakangan, sprindik belakangan, semuanya belakangan, yang penting tangkap dulu. Ini fakta Ibu Basariah, teman-teman kesulitan, kesulitan apa? Mencari alat bukti dan siapa yang harus ditersangkakan,” jelas dia.

Contoh lain yang disampaikan Arteria adalah ketika penyidik menelepon seseorang dan memintanya datang ke kantor KPK untuk menjelaskan suatu kasus. Tapi tiba-tiba orang tersebut ditangkap dan dikatakan OTT.

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

“Ini beberapa kejadian. Sudah pak, kita gak mau ribut-ribut, bapak datangg dulu, pas datang langsung ditangkap, katanya OTT. Ini gak waras namanya, mohon maaf,” ucap Arteria dengan nada tinggi.

Karena itu, pihaknya meminta dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) KPK, jangan lagi ada kalimat OTT. Itu harus diganti dengan kalimat yang tepat.(fat/jpnn/hg)


Komentar