Sabtu, 4 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polres Boalemo Sita 275 Liter Cap Tikus dari Rumah Warga

Oleh Mufakris Goma , dalam Metropolis , pada Kamis, 20 Februari 2020 Tag: ,
  Ratusan liter Cap Tikus berhasil disita oleh Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota disalah satu rumah warga yang ada di Kecamatan Dulupi.


Hargo.co.id, GORONTALO – Kurang lebih 275 liter minuman keras (Miras) jenis cap tikus berhasil diamankan oleh Satuan Narkoba Polres Boalemo, disalah satu rumah warga yang ada di Desa Tangga Jaya, Kecamatan Dulupi.

Infomrasi yang dirangkum Hargo.co.id, pengungkapan tersebut berkat bantuan informasi yang disampaikan kepada aparat Kepolisian. Awalnya Kasat Narkoba, Iptu Zulman Abdul Muis,SH bersama anggota sedang menindaklanjuti informasi dari masyarakat, dimana diduga ada tempat penyulingan Miras jenis Cap Tikus di Kecamatan Dulupi. Hanya saja, ketika dilakukan pengecekan, ternyata lokasi tersebut berada di tengah hutan dan tidak diketahui secara pasti titik penyulingan tersebut.

BACA  Racik Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer, Gubernur Gorontalo Apresiasi Langkah BPOM

Meski sulit ditemukan, Kasat Narkoba bersama anggota tidak putus asa. Anggota kemudian berkoodinasi dengan masyarakat, dan dari informasi yang didapatkan, ternyata ada salah satu rumah yang diduga menyimpan Miras. Anggota pun bergegas mencari rumah milik warga yang bernama MP, Selasa (18/02/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. Setelah rumah tersebut ditemukan dan dilakukan penggeledahan, anggota menemukan 11 gallon ukuran 25 liter yang menyimpan Miras jenis Cap Tikus. Atas temuan tersebut, anggota Satuan Narkoba kemudian membawa barang bukti berupa ratusan liter Miras jenis Cap Tikus ke Polres Boalemo untuk diproses lebih lanjut.

BACA  Racik Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer, Gubernur Gorontalo Apresiasi Langkah BPOM

Kapolres Boalemo, AKBP Ahmad Pardomuan,SIK,MH didampingi Kabag Ops, AKP Anwar Saefullah,SE mengatakan, dari hasil interogasi terhadap MP yang bekerja sebagai seorang petani, ratusan liter Miras tersebut disuling sendiri dan akan dijual kepada masyarakat.

“Jadi, Miras yang kami sita tersebut dibuat sendiri oleh MP untuk dijual. Hasil penjualan tersebut menurut MP, akan dipergunakan untuk menghidupi keluarganya,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, meski niat MP baik yakni untuk menghidupi keluarga, akan tetapi apa yang dilakukannya tersebut tidaklah baik untuk masyarakat lainnya dan memberikan dampak buruk kepada masyarakat lain. Ini dikarenakan, Miras adalah pemicu dari berbagai persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

BACA  Racik Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer, Gubernur Gorontalo Apresiasi Langkah BPOM

“Silahkan berusaha yang halal dan menguntungkan. Kalau menjual Miras, itu hanya akan menimbulkan masalah. Kami pun dari Polres Boalemo serta Polsek jajaran, akan terus menindak tegas peredaran Miras di wilayah Boalemo, karena Miras sangat merugikan, baik itu untuk diri sendiri maupun masyarakat,” pungkas Alumnus Akpol 1999 ini. (kif/hg)