Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polres Boalemo Tahan Tersangka Korupsi Dana Desa Tanah Putih

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 21 Juni 2022 | 14:05 Tag: , ,
  Tersangka MY (tengah) saat didampingi Penasehat Hukum, Novaria Hadjarati (kanan) saat menjalani pemeriksaan di Ruang Tipidkor Polres Boalemo. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Mantan Kaur Pembangunan Desa Tanah Putih, Dulupi, Boalemo, berinisial MY, resmi ditahan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Boalemo, Senin (20/06/2022)

Sebelum ditahan, MY memasuki ruangan Tipidkor terlebih dahulu, guna menjalani pemeriksaan. Diketahui, yang bersangkutan merupakan mantan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dalam objek perkara yang sedang ditangani Penyidik Tipidkor, yakni Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), 2018.

Sebelumnya, Penyidik menetapkan dua orang tersangka pada dugaan perkara ini. Masing-masing MY, dan pula DK yang tak lain adalah mantan Kepala Desa Tanah Putih. Namun sayangnya, sang mantan Kepala Desa DK, tak terlihat memenuhi panggilan sebagai tersangka.

“MY datang berdasarkan panggilan. Sesuai jadwal, dua tersangka. Namun cuma satu yang datang. MY diperiksa sejak pukul 10.30 Wita sampai dengan pukul 15.00 Wita,” demikian penjelasan Kasat Reskrim Polres Boalemo, IPTU Saiful Kamal S.T.K., S.I.K, melalui Kanit Idik III Tipidkor, IPDA Budi Abdul Gani SH, ketika dikonfirmasi Hargo.co.id.

IPDA Budi Abdul Gani menjelaskan, alasan penahanan tersebut, lantaran MY diduga melakukan perbuatan korupsi secara melawan hukum. Yang bersangkutan menyalahgunakan kewenangannya pada pelaksanaan pekerjaan JUT Desa.

“MY diduga menyalahi kewenangan dalam pekerjaan JUT 1.200 meter, 1.300 meter, dan 400 meter, di Desa Tanah Putih, yang semuanya dikerjakan tak berpedoman pada Permendagri nomor 113 tahun 2014, tentang pengelolaan DD, sebagaimana diubah dengan Permendagri nomor 20 tahun 2018, tentang pengelolaan keuangan Desa, yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara,”jelas IPDA Budi Abdul Gani.

Adapun proses hukum yang dijalankan ini, lanjutnya, sebagaimana Pasal 2 ayat 1 Sub Pasal 3, lebih Sub Pasal 8, undang-undang RI nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan Tipidkor, jo undang-undang nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan Tipidkor, jo Pasal 55 KUH Pidana.

“Kami harap keduanya tetap bersikap kooperatif. Ini juga tentunya, guna memberikan kepastian hukum atas dugaan perkara yang melibatkan keduanya. Untuk mantan Kades belum bisa memenuhi panggilan, setelah kami cek, ada acara kedukaan, besok baru bisa memenuhi panggilan,”pungkas Kanit Tipidkor Idik III Polres Boalemo. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 663 times, 1 visits today)

Komentar