Sabtu, 26 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polres Gorontalo Kota Tetapkan Seorang Tersangka Panah Wayer

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Metropolis , pada Jumat, 1 November 2019 | 03:20 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, akhirnya penyidik Polres Gorontalo Kota resmi menetapkan satu tersangka terkait kasus dugaan penggunaan panah wayer.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar,S.Sos,SH mengatakan, saat ini pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka terkait penyerangan dengan menggunakan panah wayer. Hal tersebut sebagaimana hasil pemeriksaan saksi-saksi dan juga alat bukti yang ada.

BACA  Tiga Orang Warga Kabila Tersengat Listrik, Seorang Meninggal Dunia

“Satu orang resmi kami tetapkan sebagai tersangka yakni RM alias Andika (18), warga Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo,” ungkapnya.

Lanjut kata mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini, Andika ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan penganiayaan dengan menggunakan panah wayer, yang terjadi pada Selasa (29/10/2019) sekitar pukul 04.30 Wita, dengan korban atas nama Mohamad Fadliansyah Putra Larekeng.

BACA  Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Perkebunan di Boalemo

“Atas perbuatannya, tersangka kami jerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan. Tersangka pula turut kami lakukan penahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selanjutnya, perkara ini masih akan terus berproses,” tegasnya.

Ditanyakan soal 10 orang lainnya? Mantan Pasukan Khusus Perdamaian Sudan ini mengemukakan, karena 10 orang anak tersebut masih dibawah umur, maka mereka wajib lapor. Meski demikian, perkara tetap berlanjut, khususnya untuk kepemilikan senjata tajam jenis parang maupun panah wayer.

BACA  Pemuda di Padebuolo Gantung Diri, Orang Tua Tolak Otopsi

“Untuk kepemilikan panah wayer sendiri, masih sementara berproses. Hanya saja, untuk sementara waktu 10 orang anak yang rata-rata masih dibawah umur, hanya wajib lapor pada Senin, Rabu dan Jumat. Namun proses hukum tetap berjalan,” pungkasnya. (kif/hg)


Komentar