Polres Pohuwato Ringkus Terduga Bandar dan Kurir Narkoba

Terduga Bandar dan kurir Narkoba, KZ dan RMN bersama barang bukti, berhasil diringkus Sat Res Narkoba Polres Pohuwato, Senin (16/11/2019). (Foto Istimewa)

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya pihak Kepolisian untuk menggagalkan peredaran Narkoba di Gorontalo masih terus berlangsung. Buktinya, Sat Narkoba Polres Pohuwato berhasil meringkus seorang terduga bandar dan seorang kurir Narkoba di Popayato.

Informasi yang berhasil dihimpun, Sat Narkoba Polres Pohuwato meringkus pria berinisial RMN (20) dan KZ (37). Keduanya berdomisili di Desa Bumi Bahari, Kecamatan Popayato Barat, Pohuwato yang diamankan pada Senin (16/11/2019).

Informasi yang dirangkum, informasi bahwa KZ diduga berperan sebagai bandar Narkoba berawal dari tertangkapnya RMN di Jalan Trans Sulawesi, pada Senin (16/11/2019). Saat itu, Sat Res Narkoba Polres Pohuwato mendapat informasi bahwa ada seseorang yang akan mengantarkan paket sabu di wilayah Popayato.

Saat itu pula, Tim Opsnal yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Leonardo Widharta, langsung menuju Popayato untuk melakukan penangkapan. Setelah setengah jam menunggu di lokasi, salah seorang pengendara sepeda motor dengan ciri-ciri yang sama dengan informasi warga, melintas.

Kasat Narkoba, Polres Pohuwato, AKP Leonardo Widharta,S.I.K, saat memberi keterangan pers terkait penangkapan terduga bandar dan kuris Narkoba. (Foto Ryan Lagili/Hargo.co.id)

Tak menunggu waktu lama, tim yang sudah disebar pada beberapa titik langsung melakukan penangkapan terhadap RMN. Dari tangan RMN didapati satu sachet plastik kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Setelah diinterogasi, RMN mengaku bahwa hanya disuruh KZ.

Bermodalkan informasi itu, tim dari Sat Narkoba Polres Pohuwato bergegas ke kediaman KZ yang diduga kuat sebagai bandar Narkoba. Perburuan pun berbuah manis, KZ yang saat itu sedang tertidur, langsung ditangkap petugas. Meski sempat mengelak, namun dari hasil penggeledahan di rumah KZ, ditemukan barang yang diduga kuat sebagai Narkoba jenis sabu, yang sudah ditanam di tanah.

Kapolres Pohuwato AKBP Teddy Rayendra,S.I.K.,MH melalui Kasat Narkoba AKP Leonardo Widharta,S.I.K mengungkapkan, dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 1 saset plastik kecil berisi narkotika jenis sabu dari tangan RMN.

Sedangkan untuk 4 saset plastik kecil berisi narkotika jenis sabu, 1 buah kaca pirex, 1 buah plastik klip besar, 1 buah kotak kecil berwarna kuning, 67 buah plastik kosong klip kecil, ditemukan di rumah KZ.

“Dari tangan RMN kita dapati ada satu saset plastik kecil berisi narkotika jenis sabu. Sementara, untuk barang bukti lainya, kita dapatkan setelah melakukan penggeledahan di rumah KZ,” kata AKP Leonardo Widharta,S.I.K.

Lanjut kata AKP Leonardo Widharta,S.I.K, KZ sempat mengelak. Namun dari hasil penggeledahan, ditemukan sebuah gundukan tanah yang baru saja digali di samping kandang ayam. Setelah digali, didapati sebuah plastik yang telah dilakban.

“Setelah dibuka, bungkusan tersebut merupakan beberapa paket sabu yang siap edar,” ungkap AKP Leonardo Widharta,S.I.K.

Dirinya menambahkan, kedua pelaku akan dikenakan pasal 112 UU Narkotika.

“Ancamannya bisa hukuman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Miliar,” tandas Alumni Akpol 2008 tersebut. (ryn/hg)