Senin, 23 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polsek Telaga Amankan Sembilan Remaja, Ingin Tahu Kenapa?

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Metropolis , pada Senin, 16 Desember 2019
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak sembilan orang remaja diamankan oleh Polsek Telaga, Kabupaten Gorontalo (Kabgor) pada Ahad (15/12/2019) sekitar pukul 02.50 Wita. Itu gara-gara ada dugaan jika akan terjadi keributan antara pemuda.

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, awalnya Tim Siaga Polsek Telaga (SIGAGA) mendapatkan informasi dari masyarakat, dimana di depan salah satu tempat karaoke, di Telaga Jaya, Kabgor, sementara terjadi keributan antara sekelompok pemuda. Mendapatkan informasi itu, Tim Sigaga yang dipimpin langsung oleh Ka Tim, Aipda Rusdianto Talani langsung menuju ke lokasi.

Ketika berada di lokasi, para remaja tersebut sudah tidak ada di lokasi. Ketika dimintai keterangan terhadap pemilik karaoke, mengatakan para remaja yang berselisih itu adalah remaja dari dua kubu yang berjumlah kurang lebih 15 orang.

Usai mendapatkan informasi lebih jelas, Tim SIGAGA kemudian menuju ke Taman Telaga untuk melakukan pengejaran. Hanya saja, setelah berada di depan terminal transit Telaga, Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Tim SIGAGA melihat mobil warna putih dengan tiga unit sepeda motor.

Ketika Tim SIGAGA berupaya untuk menghentikan mobil itu, para remaja tersebut langsung melarikan diri dan beberapa orang sempat tertinggal. Beberapa remaja yang tertinggal kemudian dilakukan pemeriksaan, namun tidak ditemukan barang tajam atau senjata tajam (Sajam).

Meski demikian, tidak jauh dari lokasi, Tim SIGAGA menemukan benda tajam jenis ekor pari dengan bergagang kayu warna coklat. Ketika ditanyakan, para remaja itu mengaku tidak mengetahui siapa pemilik benda tajam tersebut. Tim SIGAGA kemudian menghubungi piket SPKT C, Bripka Aldi Laiya untuk menjemput para pemuda tersebut dan diamankan sementara waktu di Polsek Telaga.

Kapolsek Telaga, Ipda Asnawi M. Makrun,SE mengatakan, kejadian keributan tersebut diduga antara pemuda Desa Mongolato dan pemuda Desa Ayula, Kabupaten Bone Bolango. Kedua kelompok ini diduga nyaris bentrok karena sudah dipengaruhi oleh minuman keras (Miras).

“Mereka yang kami amankan ada kurang lebih Sembilan orang dan rata-rata anak dibawah umur dan masih berstatus pelajar. Meski demikian, para remaja atau pelajar ini telah diamankan dan diberikan pembinaan serta didata,” ungkapnya.

Lanjut kata Ipda Asnawi M. Makrun,SE, pihaknya saat ini tetap waspada, guna mengantisipasi adanya penyerangan dengan panah wayer dari wilayah Desa Ayula. Tentunya, hal ini pun akan turut dikoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait.

“Kami pun berharap bantuan serta dukungan dari orang tua maupun masyarakat, untuk menjaga maupun mengawasi anak-anaknya. Hal itu semata-mata untuk kepentingan dari generasi penerus bangsa yang sama-sama kita cintai. Semoga kedepannya hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, sangat diharapkan bantuan dan kepedulian antara semua elemen masyarakat,” pungkasnya. (kif/hg)