Ponpes Salafiyah Safiiyah, Simbol Kerukunan di Tengah Kemajemukan 

Gorontalo Headline

Hargo.co.id, GORONTALO – Suasana Desa Banuroja, Rabu (7/11) malam, lebih ramai dari biasanya. Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Safiiyah turun ke jalan. Sambil memegang obor, para santri itu melakukan pawai.

Aksi para santri itu dilaksanakan untuk meriahkan Hari Lahir (Harlah) Ponpes Salafiyah Safiiyah. Selain pawai obor, peringatan Harlah turut disemarakkan dengan penampilan grub gambus Debu, Kamis (8/11) malam.

banner 728x485

Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah menjadi salah satu simbol kerukunan umat beragama di Desa Banuroja yang merupakan masyarakat Transmigran. Awalnya Ponpes Salafiyah Safiiyah dibentuk dari lembaga pendidikan setara Ibtidaiyah.

Hal ini pun mendapat respon dari masyarakat setempat yang berlomba-lomba memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan tersebut untuk memperoleh ilmu agama yang baik. Adalah masjid Nurul Iman (sekarang Al-Fatmah) yang tidak lain adalah masjid transmigran menjadi tempat berlangsungnya aktifitas lembaga pendidikan tersebut.

Hingga pada akhirnya ada masyarakat yang menghibahkan lahannya untuk dibangun tempat berlangsungnya kegiatan lembaga pendidikan itu. Terus berkembang dan sampai saat ini menjadi sebuah Pondok Pesantren ternama di Kabupaten Pohuwato dengan jumlah 600 santri yang belajar di Ponpes tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah, Kyai Hj Abdul Gofur Nawawi kepada Gorontalon Post mengatakan sampai dengan saat ini Ponpes Salafiyah Safi’iyah telah mencetak lebih dari 5.000 alumni. Lulusan pertamanya berjumlah 93 orang.

“Setiap tahunnya kami memperingati hari lahirnya Pondok Pesantren ini dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti malam hatam, hingga pawai obor sambil melantunkan shawalat Nariyah,” ujarnya. Pelaksanaan pawai obor tersebut kata Abdul Gofur adalah wujud nostalgia akan kebiasaan para pemuda setempat pada tahun 80an.

“Pada masa itu setiap sebulan sekali para pemuda melantunkan berjalan keliling kampung sambil membawa obor dan melantunkan Shalawat Nariyah,” tambahnya. Pawai obor yang diikuti oleh ratusan santri dan masyarakat setempat ini cukup mengundang perhatian masyarakat setempat.

Masyarakat Banuroja yang dikenal dengan keberagaman suku, ras dan agama itu pun sangat menerima dan merespon dengan baik kegiatan pawai obor tersebut. Kerukunan dari berbagai agama pun turut menyaksikan penyelenggaraan pawai obor dengan sangat meriah.

“Awalnya ada keraguan untuk melaksanakan pawai obor ini karena takut mengganggu warga sekitar. Namun ternyata malah sebaliknya, mereka justru sangat mendukung kegiatan ini bahkan mereka turut meramaikan dan membantu mensukseskannya,” tuturnya.

Pada malam puncak kegiatan ditutup dengan penampilan grup gambus Debu melalui lagu-lagu religius. Menambah kemeriahan Harlah Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah. (ayi/ryn/gp/hg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *