Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PPP Ogah Dukung Paslon Pengganjal PAHAM

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 2 Februari 2017 | 11:16 Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Meski hingga sekarang belum ada sikap resmi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca pencoretan Rum Pagau-Lahmudin Hambali (PAHAM) dari Pilkada Boalemo, tapi Ketua Umum PPP Romahurmuzy sudah memberi isyarat soal arah dukungan partai.

Saat berkunjung ke Gorontalo Post bersama sejumlah pengurus PPP Gorontalo, Romahurmuzy atau akrab dengan panggilan Romi menyatakan, PPP pasti akan tetap memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) yang masih ikut Pilkada Boalemo.”Tapi kita tidak akan memberikan dukungan kepada calon yang mengganjal calon lain,” isyarat Romi.

Di Pilkada Boalemo, PPP awalnya menjadi salah satu parpol pengusung PAHAM. Tapi calon petahana itu dicoret oleh KPU Boalemo seiring adanya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan pasangan calon Darwis Moridu-Anas Jusuf (DAMAI).

Pasangan calon independent ini menggugat kebijakan mutasi pegawai yang dilakukan PAHAM saat masih menjabat Bupati-Wakil Bupati Boalemo. Itu dipersoalkan karena dilakukan dalam masa waktu 6 bulan menjelang penetapan pasangan calon. Sementara UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada melarang calon incumbent memutasi pejabat dalam kurun waktu tersebut.

Dengan pencoretan PAHAM, maka paslon yang ikut Pilkada Boalemo tinggal dua pasang. Yaitu DAMAI dan pasangan Uwes Abubakar-Buyung Puluhulawa (UNGGUL) yang juga calon independen.

Saat ditanyai kepada Romi apakah PPP akan mendukung pasangan UNGGUL, dia hanya membalas pertanyaan dengan senyum. “Tapi kita serahkan kepada pengurus wilayah untuk menentukan sikap,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Romi mengakui, secara yuridis kemungkinan bagi pasangan PAHAM untuk bisa ikut Pilkada Boalemo memang sudah tidak mungkin. “Kami sangat menyesalkan hal ini,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi salah satu parpol pengusung, PPP telah berupaya maksimal untuk melakukan advokasi terhadap PAHAM dalam menghadapi gugatan sengketa Pilkada sampai ke Mahkamah Agung. “Advokasi yang kami lakukan bahkan sampai ke DKPP. Kami sampai mengkonsultasikan hal ini dengan ketua DKPP,” jelasnya.

Meski mengakui peluang PAHAM untuk bisa ikut Pilkada sudah sangat kecil, Romi menyatakan ada ketidakwajaran terhadap lahirnya putusan MA yang berujung pada pencoretan PAHAM. Menurutnya, terbitnya salinan putusan untuk gugatan terhadap PAHAM terbilang sangat cepat. Saat putusan terbit, salinan putusan sudah diterimakan satu hari setelahnya. “Padahal kan wajarnya kan minimal butuh waktu 14 hari. Makanya kami masih akan dalami ketidakwajaran itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Boalemo Abdillah Alhasni mengatakan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya masih konsisten dengan garis komando partai sesuai rekomendasi yang diberikan DPP. Selama belum ada intruksi dari DPP PPP pihaknya belum mengambil sikap.”Kami masih istiqomah dengan keputusan Partai. Meski demikian kami akan menentukan sikap, akan tetapi harus melalui mekanisme yang ada, termasuk komunikasi ke tingkat PAC hingga ranting,” ujarnya.

Selain itu akan melaporkan kepada Ketua Umum DPP, terkait dicoretnya pasangan yang diusung oleh PPP dan menunggu intruksi dari DPP apakah mendukung nomor urut 2 DAMAI atau 3 UNGGUL. “InsyaAllah besok (hari ini), sebelum Ketum pulang ke Jakarta, saya bersama jajaran pengurus DPC PPP akan melaporkan kepada Ketum PPP bapak Romahurmuzy dan Ketua Dewan tertinggi DPP PPP,” pungkasnya. (rmb/tr-30/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar