Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PPP Terbelah, Pengaruhi Pilgub Gorontalo ?

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 2 September 2016 | 13:46 Tag: , , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Memori pilkada 2015 lalu sepertinya akan terulang di pilkada 2017 mendatang. Yaitu, hajatan pesta demokrasi akan diwarnai dengan persolan dualisme kepengurusan dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Peluang itu makin terbuka lebar seiring langkah kubu kepengurusan DPP dibawah kepemimpinan Djan Faridz, melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke V untuk memilih Ketua DPW PPP Gorontalo di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, tadi malam, (1/9).

Muswil itu dihadiri oleh sejumlah petinggi DPP PPP dari kubu Djan Faridz. Yaitu, Ketua bidang hukum DPP, Triana Dewi Seroja, Wasekjen Mulyono, Ketua DPP Djafar Alkatiri, Wasekjen Yunus Rajak. Selain itu pimpinan dan sekretarus DPC se Provinsi Gorontalo juga hadir.

Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo versi Djan Faridz, Herson Abas mengatakan, kegiatan ini untuk menetapkan agenda politik internal. Serta membentuk pengurus baru yang akan bertugas lima tahun mendatang. Dia juga mengaku, pihaknya sedang menempuh upaya hukum terkait konflik internal PPP.

“Insya Allah kebenaran dan keadilan tetap berpihak pada kita, “ujarnya

Waketum DPP PPP Endin Sofihara mengaku sampai sekarang masih terjadi dualisme kepemimpin partai di tingkat pusat. Kubu Djan Faridz mengantongi keabsahannya lewat putusan Mahkamah Agung. Sedangkan PPP dibawah kepemimpinan Romahurmuzy mengantongi legalitas dari Kemenkumham.

Dia menjelaskan, KPU sampai sekarang masih merujuk pada ketentuan yang mengatur bahwa bila terdapat dua partai yang bersengketa maka dua-duanya harus diminta rekomendasinya masing-masing untuk mendaftar. “Kami juga sedang menggugat putusan Menkumham di Mahkamah Konstitusi sehingga jika seandainya dimenangkan maka hanya kepengurusan Djan Faridz yang bisa mengajukan calon di Pilkada 2017,” ungkapnya.

Soal ketentuan UU nomor 10 tahun 2016 yang mengatur pengajuan calon akan merujuk pada kepengurusan partai yang terdaftar di Kemenkum HAM, Endin menepisnya. Karena KPU akan menerima pengajuan calon yang diajukan bersama oleh dua kubu. Karena itu, Endin menyatakan pihaknya akan tetap mengajukan calon di Pilgub nanti.

Pelaksanaan Muswil oleh kubu Djan Faridz makin mempertegas posisi PPP yang masih bergelut dengan persoalan dualisme kengurusan partai. Karena PPP Gorontalo dibawah kepengurusan Romahurmuzy berada dibawah kendali Muhalim Litty. Bahkan kepengurusan ini sudah menjalin koalisi dengan PDIP untuk mengusung calon di Pilgub nanti.

Bahkan PPP Gorontalo dibawah kepemimpin Muhalim Litty telah melakukan penjaringan calon. Masih belum tuntasnya dualisme dalam tubuh PPP bisa saja mengganggu keharmonisan koalisi dengan PDIP. Karena koalisi bertujuan untuk memenangkan pasangan calon yang diusung. Sementara salah satu faktor penentu kemenangan adalah soliditas mesin partai dalam mendukung kegiatan pemenangan calon.(csr/rmb)

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar