PPPUD Berhasil Bina Dua Kelompok di Desa Bongo

Monitoring dan evaluasi PPPUD di UKM Karawo Annisa, Desa Bongo, Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui program pengabdian pada masyarakat, program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD) Karawo kini berhasil membina dua kelompok di Desa Bongo , Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.

Program ini atas kerjasama Kemristekdikti dan LPPM Universitas Negeri Gorontalo  (UNG) 2019. Dua kelompok kerajinan yang dibentuk yakni UKM Annisa dan UKM Nirwana yang berada di Desa Bongo. Tim pelaksana PPPUD yakni dari Kemristekdikti dan LPPM-UNG telah menerapkan program secara sistematis mulai 2017, 2018 dan 2019.

Menurut tim pelaksana Ismet Sulila, berdasarkan potensi wilayah maka PPPUD Desa Bongo 2019 memprioritaskan tiga program utama. Ketiganya yakni penerapan Iptek standarisasi ragam produk karawo yang sesuai dengan produk kebutuhan pasar, harga dan pengguna produk. Selanjutnya, penerapan Iptek pemasaran melalui penggunaan media sosial sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan permintaan pasar ragam produk karawo di tingkat lokal dan nasional.

UKM Karawo Annisa. (Foto Istimewa)

“Program ketiga yakni penerapan Iptek distribusi ragam produk ke tangan konsumen yang dilakukan melalui kerjasama media dan transportasi online. Ini sebagai upaya untuk mendistribusikan ragam produk ke tangan konsumen khususnya untuk pasar lokal di wilayah enam kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo,” jelas Ismet Sulila.

Lebih lanjut tim pelaksana menjelaskan, dalam upaya pencapaian target, pihaknya juga bermitra dengan instansi terkait baik untuk kegiatan bimbingan teknis maupun pendampingan kelompok. Berdasarkan capaian kinerja pada tahun ketiga maka untuk keberlanjutan, program ini akan terus bermitra dengan instansi terkait baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Dengan demikian diharapkan PPPUD Karawo UKM Annisa dan UKM Nirwana Desa Bongo mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat sebagai sasaran,” kuncinya. (adv/red).

-