Selasa, 20 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Prediksi BI, Inflasi Gorontalo 2020 Terjaga di Angka 2,26 Persen

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:05 WITA Tag: , ,
  Kepala Perwakilan BI, Budi Widihartanto (Tengah) saat bincang-bincang Media di Rumah Marly, Jumat (10/7/2020). (Foto : Rendi Wardani Fathan/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Provinsi Gorontalo menjadi salah satu dari sekian daerah yang mampu menjaga inflasi di tengah pandemi Covid-19. Ya, berdasarkan data yang di terbitkan Bank Indonesia (BI) inflasi year-to-date (ytd) Gorontalo berada di angka 0,18 persen (ytd).

“Dengan capaian yang rendah tersebut, inflasi Gorontalo 2020 diperkirakan terjaga pada kisaran 1,86 persen – 2,26 persen (yoy). Perkiraan inflasi Gorontalo tahun 2020 tersebut seiring dengan potensi penurunan inflasi volatile food akibat proyeksi Gorontalo yang akan mengalami curah hujan menengah hingga tinggi pada tahun 2020,” ucap Kepala Perwakilan BI, Budi Widihartanto saat bincang-bincang Media di Rumah Marly, Jumat (10/7/2020) .

BACA  Pandemi, Pemilik Kos-kosan di Bone Bolango Berikan Diskon 

Data BI Perwakilan Gorontalo juga menyebutkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Juni 2020 sebesar 100,00, mulai pulih dari bulan April 2020 sebesar 59,03. Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) bulan Juni 2020 sebesar 100,00, mulai pulih dari bulan April 2020 sebesar 45,56. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) bulan Juni 2020 sebesar 100,00, turun signifikan dari bulan April 2020 sebesar 72,50.

BACA  Ketika Pedagang Nasi Kuning Ganti Menu Saat Ramadan

“Peningkatan nilai indeks tersebut menandakan optimisme konsumen mulai berangsur pulih, baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun kondisi ekonomi pada 6 bulan kedepan,” kata Budi.

Sementara, resiko kredit perbankan Gorontalo selama masa Covid-19 relatif terjaga seiring dengan NPL sebesar 2,71 persen, jauh berada di bawah

BACA  UMKM Sulit Dapat Modal, OJK: Itu Hanya Persoalan Komunikasi

batas threshold sebesar 5 persen. Didorong oleh langkah cepat perbankan Gorontalo dalam upaya penyelamatan restrukturisasi kredit debitur terdampak COVID-19. Namun demikian, COVID-19 terpantau cukup berdampak pada penyaluran kredit baru yang hingga Mei 2020, kredit perbankan Gorontalo belum mencatatkan rebound, terindikasi dari ytd sebesar -12,58 persen. (rwf/hg)


Komentar