Jumat, 22 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Presiden Joko Widodo Resmikan Sail Selat Karimata 2016

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 16 Oktober 2016 | 11:30 WITA Tag: , ,
  


Wonderful Indonesia
KAYONG UTARA, Hargo.co.id  – Presiden RI Joko Widodo semakin tegas sikapnya terhadap potensi bahari di tanah air. Laut tidak hanya menjadi sumber kehidupan dan masa depan bangsa, namun juga alat pemersatu 17 ribu pulau di Nusantara. Karena itu dia mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan memanfaatkan Sumber Daya Alam kelautan Indonesia secara bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan saat pembukaan Puncak Sail Selat Karimata 2016, Sabtu pagi, 15 Oktober 2016 di Pelataran Pantai Pulau Datok, Desa Sutera, Kec Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Bukan hanya di Selat Karimata saja, tapi juga di pulau-pulau lain yang tersebar di Indonesia.

BACA  Virus Baru Covid-19 Muncul, Begini Penjelasan Satgas

“Sail ini harus jadi momentum kita bersama untuk menjaga, merawat, serta memanfaatkan sumber daya alam kelautan kita dengan baik. Juga momentum bersama untuk kembali pada jati diri kita sebagai bangsa bahari, mengembalikan kembali budaya bahari ke tengah kita,” ucap Presiden.

Menurut Mantan Gubernur DKI ini, Selat Karimata menyajikan keindahan bawah laut yang belum banyak diketahui dunia. Selain taman lautnya, potensi landscape-nya tak kalah menawan, walaupun Oleh karenanya, dalam Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam kelautan Indonesia. Tak hanya di Pulau Karimata saja, tapi juga di pulau-pulau lain yang tersebar di Indonesia.

BACA  Hari Pertama Berkantor di Jakarta, Risma Blusukan Ke Kolong Jembatan

Menjaga! Itu kata yang sama maknanya dengan “melestarikan!” yang sering diucapkan Menpar Arief Yahya di banyak kesempatan. Terutama yang terkait dengan wisata alam, ecotourism, dan Sustainable Tourism Development (STD) dimana Indonesia sudah diakui UNWTO, lembaga PBB yang bergerak di seetor pariwisata.

Tiga lokasi sudah naik kelas menjadi STO Sustainable Tourism Observatory. “Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan!” kata-kata sakti Menpar Arief Yahya, Menpar RI.

Presiden Joko Widodo lagi-lagi mengingatkan, 71 persen wilayah Indonesia ialah lautan. Laut tidak hanya menjadi sumber kehidupan dan masa depan bangsa, namun juga sebagai pemersatu sekitar 17 ribu pulau di Nusantara. “Laut bukan memisahkan antar bangsa. Tapi, laut justru menjadikan kita terhubung satu dengan yang lain,” tegas Presiden.

BACA  Ini Daftar Nama yang Divaksin Bareng Presiden Jokowi

Di hadapan masyarakat Kabupaten Kayong Utara, Presiden berpesan agar semua pihak berupaya untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak ekonomi Indonesia. Kelestarian alam laut dan kekayaan yang dimilikinya juga diminta untuk bersama-sama dijaga.

“Jaga laut kita dari pencurian ikan. Kita harus jaga laut kita dari pencemaran. Kita harus jaga laut kita dari kerusakan ekosistem. Ketika nanti ikan sudah kembali berlimpah, kita juga harus terus memperkuat industri perikanan kita sehingga bisa menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi anak-cucu kita di masa yang akan datang” ujarnya.

Laman: 1 2


Komentar