Jumat, 1 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Presiden Joko Widodo Resmikan Sail Selat Karimata 2016

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 16 Oktober 2016 | 11:30 Tag: , ,
  

Lebih lanjut, Presiden menyebut bahwa kekayaan wisata bahari Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Bunaken, Raja Ampat, Teluk Tomini, dan Selat Karimata merupakan beberapa di antaranya. Untuk itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar gelaran serupa Sail Selat Karimata ini terus digencarkan di tahun-tahun berikutnya.

“Saya juga minta untuk tahun-tahun berikutnya digencarkan lagi promosinya, termasuk melalui media sosial sehingga tempat-tempat yang indah bisa dikenal di seluruh Tanah Air dan dunia,” ucap Presiden.

Statemen Presiden Jokowi ini pas dengan apa yang sedang dijalankan Menpar Arief Yahya dalam mempromosikan pariwisata baik di tanah air maupun di mancanegara. Menpar menggunakan strategi BAS-Branding, Advertising, Selling. Lalu strategi media yang ditempuh dengan ilmu POSE, Paid Media, Own Media, Social Media dan Endorser. Kapan promosi itu dilakukan, juga harus pas dengan strategi pemasaran, DOT. Yakni matching antara Destinasi, Originasi dan Timeline.

Sebagaimana yang diserukannya saat pidato kenegaraan pertama selepas dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat 20 Oktober 2015 silam, Presiden Joko Widodo kembali menyerukan agar Indonesia kembali jaya melalui lautan.

“Akhirnya, tidak ada keraguan untuk menegaskan bahwa laut adalah masa depan kita bersama. Ayo kita kembali ke laut, kembali ke selat dan kembali ke samudera. Jadikan laut sebagai tempat menaruh harapan menuju Indonesia sebagai bangsa bahari, bangsa yang maju dan menjadi bangsa pemenang,” tegasnya sekaligus mengakhiri sambutan.

Lagi-lagi, statemen Presiden Jokowi itu pas dengan strategi pengembangan destinasi yang tengah dilakukan dengan 10 “Bali Baru.” Bahkan, Arief Yahya sudah mengaktifkan shadow management khusus untuk Percepatan 10 Top Destinasi yang lebih popular disebut 10 Bali Baru itu.

“Dari 10 destinasi prioritas itu, 7 diantaranya bahari. Yakni Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Laban Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara,” tambah Arief Yahya.

Tiga diantaranya yang berada di daratan, diantaranya Danau Toba Sumatera Utara, Borobudur di Joglosemar dan Bromo Tengger Semeru (BTS) Jawa Timur. Sail Selat Karimata Tahun 2016 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-8 dan dilaksanakan berturut-turut tiap tahunnya. Gelaran serupa pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 lalu.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada penyelenggaraan kali ini pemerintah hendak berupaya mengembangkan destinasi wisata bahari dengan memperkuat pembangunan infrastruktur pendukungnya. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam laporannya.

“Tujuan pelaksanaan sail-sail sebelumnya difokuskan pada pembangunan daerah tertinggal, sedanghkan kali ini pada pengembangan destinasi wisata bahari dan pengembangan infrastrukturnya,” ucap Luhut.

Sail Selat Karimata Tahun 2016 kali ini dimeriahkan oleh sejumlah rangkaian acara, di antaranya ialah pameran potensi daerah Kabupaten Kayong Utara, pencanangan gerakan bersih pantai dan senyum untuk menarik minat wisatawan, pelaksanaan olahraga bahari, dan juga sejumlah pagelaran seni dan budaya.

Dalam peresmian puncak acara itu sendiri, turut dipertontonkan persembahan Atraksi Budaya “Tarian Kolosal Gelar Tari Nusantara” oleh 450 penari dari Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dan juga atraksi Fly Pass Pesawat Hawk 100-200. Penekanan tombol sirene oleh Presiden Joko Widodo dengan didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja menandai peresmian puncak acara tersebut.

Hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

Selain itu, turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Ketua DPD Muhammad Soleh, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, Hidayat Nur Wahid dan Mahyudin.(hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar