Jumat, 5 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Presiden Jokowi – PM Singapura Lee Hsien Loon Perkuat Kerjasama Pariwisata

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 16 November 2016 | 11:28 WITA Tag: , , , ,
  


Dalam beberapa kegiatan promosi, sejatinya kerjasama Kemenpar dengan Changi International Airport sudah terjadi. “Istilahnya kami menjaring ikan di kolam yang sudah banyak ikannya,” kata Arief Yahya.

Kalau Bali diformat menjadi tourism hub, lalu Jakarta sebagai trade and investment hub, maka Singapore merupakan transportation hub. “Terus terang, saat ini pun wisman yang masuk ke Indonesia juga banyak transit dari Singapore, karena persentase direct flights ke Indonesia masih minim,” kata Arief Yahya.

Begitu pun soal Yachts dan Cruises yang selama ini bersandar di Singapore. Mereka bisa membuat paket berkeliling perairan Indonesia, merapat dari pulau ke pulau, dari destinasi ke destinasi di tanah air. “Maka wisata bahari Indonesia bisa hidup, brrgairah, dan investor Singapore juga bisa bekerjasama membangun banyak destinasi di Indonesia,” katanya.

BACA  Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Resmi Menjadi Tahanan KPK

Saat pertemuan Tingkat Menteri Perekonomian kedua negara di Singapura, 30 Mei 2016, Indonesia langsung menentukan sikap menyetujui MoU kapal pesiar atau cruise. Indonesia pun mengusulkan pula perlunya MoU yang mencakup kerja sama pariwisata secara luas. Itu artinya, ada dua MoU yang akan ditandatangani pada Leaders Retreat.

Respons Singapura? Sangat bagus. Lewat Kementerian Luar Negeri, SIngapura malah menyodorkan satu MoU Kerja Sama Pariwisata yang di dalamnya mencakup bidang kapal pesiar. Indonesia pun menyambut baik usulan tersebut. Senin (43/11) MoU Kerja Sama Pariwisata Indonesia – Singapura pun langsung ditandatangani.

BACA  Tangani Pengaduan terkait UU ITE, Kapolri Listyo Sigit Janji Akan Selektif

“Ini satu-satunya MoU yang ditandatangani di hadapan kedua kepala negara dalam pertemuan Leaders’ Retreat tahun ini. Kerja sama pariwisata memang merupakan salah satu fokus hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura,” jelas Michael Goutama, Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia untuk Singapura.

Poin kerjasamanya mencakup banyak hal. Nomor satu, mengikat kerjasama dengan Changi Airport Group (CAG). “Changi adalah penghubung Barat-Timur, Utara-Selatan, Tenggara-Barat Laut. Karena itu cocok menjadi hub atau connector atau gate, menuju “the world next door” Indonesia,” ungkap Menpar Arief Yahya.

BACA  Din Syamsuddin: Peradaban Manusia tengah Menghadapi Masalah

Hal lainnya, bekerja sama dengan Ctrip mendatangkan wisatawan Tiongkok ke destinasi Bintan, Surabaya, Yogyakarta dan Lombok. Setelah itu, promosi Wonderful Indonesia di Changi Airport. Setelah hub transportasi udara internasional, kerjasama juga diarahkan ke hub pasar MICE – Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions.

Singapore Association of Convention and Exhibition Organisers and Suppliers (SACEOS) ikut digandeng, Singapura dijadikan pintu masuk untuk pasar MICE.

Laman: 1 2 3


Komentar