Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Presiden Minta Bupati Gorontalo Utara Antisipasi Lonjakan Covid-19

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Wednesday, 19 May 2021 | 02:05 AM Tags:
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin bersama unsur forkopimda saat mengikuti rapat koordinasi terkait perkembangan kasus Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo yang dilaksanakan secara virtual. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparatur lainnya mengikuti rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rapat melalui video conference di Aula Tinepo, Kantor Bupati berlangsung, Senin (17/05/2021). 

Rakor bersama Presiden Jokowi ini juga diikuti seluruh kepala daerah di Indonesia, mulai gubernur, wali kota dan bupati. Rakor diawali dengan sambutan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang berharap agar setiap kepala daerah dapat berinovasi dan berkontribusi dalam menanggulangi Covid-19 di daerahnya masing-masing. Sementara, Presiden Jokowi dalam arahannya menyampaikan tentang perkembangan Covid-19 dan perekonomian.

Ia kemudian menyampaikan hasil survei dan jumlah pemudik Idul Fitri 2021. Menurut Jokowi, walaupun pemerintah telah melarang mudik, namun tetap ada masyarakat yang bepergian ke kampung halaman. 

“Tadi pagi saya mendapat data masih ada 1,5 juta orang yang mudik dalam kurun waktu 6 sampai 17 Mei 2021,” kata Jokowi. 

Jokowi berharap agar kepala daerah dan masyarakat lebih berhati-hati karena tahun lalu ada empat kali momen libur panjang dan berdampak pada melonjaknya kasus Covid-19. 

“Meskipun tempat wisata kemarin ramai, tapi harapannya tidak ada lonjakan kasus positif seperti tahun lalu, karena saat ini sudah terjadi penurunan kasus aktif,” tutur Jokowi. 

Puncak kasus aktif terjadi pada 5 Februari 2021 sebanyak 178.872 orang dan menurun menjadi 90.800 orang per 16 Mei 2021, dengan kata lain, ada penurunan kasus aktif mencapai 48,8 persen dari periode puncak. Jokowi memberi gambaran terkait perkembangan Covid-19 di negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang kembali melakukan lockdown pada gelombang ketiga pandemi saat ini. 

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta para kepala daerah agar terus memantau dan tidak lengah terhadap sekecil apapun kasus aktif di wilayahnya. Ia juga meminta agar pemerintah daerah dapat tetap memantau kurva perkembangan kasus Covid-19. 

Begitu juga dengan vaksinasi harus terus dipantau pelaksanaannya. 

Terkait perekonomian, Presiden menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada Kuartal-II 2021 akan meningkat sebesar tujuh persen atau lebih, dimana pada Kuartal-I 2021 kemarin masih minus sebesar 0,74 persen. Rapat tersebut ditutup dengan penjelasan mengenai peningkatan penarikan uang kartal periode idul fitri yang mencapai Rp 154,5 Triliun atau naik 41,5 persen dibanding tahun lalu.

Bupati Gorontalo Utara,Indra Yasin yang ditemui usai rakor tersebut mengungkapkan Presiden Jokowi sangat prihatin dengan kondisi saat pemberlakuan larangan mudik. Meski sudah ada larangan, tapi ternyata masih ada yang justru berhasil lolos. 

Selain perkembangan Covid-19, hal lain yang dibahas, yakni, masih memprihatinkannya pertumbuhan ekonomi dan presiden sudah menargetkan kuartal II itu harus 7 persen. Untuk mengejar ini membutuhkan kerja sama kabupaten/kota dan tentu provinsi, dan target itu bisa kita capai, tentu dengan ekstra kerja keras. Dan tentu kita harus mendukung target tersebut. (abk/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar