Sabtu, 17 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pria Ini Gagahi Ponakan Hingga Hamil 6 Bulan

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Minggu, 2 Februari 2020 | 15:00 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi. Pria di Kota Gorontalo gagahi keponakan hingga hamil 6 bulan.


Hargo.co.id, GORONTALO – Entah apa yang merasuki diri GA (49), pria asal Desa Tamboo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango nekat menggagahi ponakan sendiri yang berusia 15 tahun. Imbasnya, korban kini tengah berbadan dua dengan usia kandungan 6 bulan.

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, ayah tiga orang anak ini berprofesi sebagai pandai besi di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Biasanya ketika selesai bekerja GA singgah di rumah orang tuanya yang tak jauh dari tempat kerjanya.

Di rumah itu tinggal adiknya, beserta keluarganya. Awalnya GA tidak ada hasrat terhadap ponakannya. Namun pada 2019 sekitar Juli, GA melihat keponakannya itu, nampak berbeda, yang mana anak yang masih berusia 15 tahun itu sudah kelihatan cantik dan berisi. Dari situlah timbul hasrat bejat sang paman untuk meniduri sang ponakan.

BACA  Ingin Tahu Jumlah Saham Pemprov Gorontalo di BSG? Baca di Sini

Guna menjalani aksinya, seperti biasa ketika selesai bekerja, GA singgah di rumah orang tuanya. Kali ini, GA tidur hingga pukul 22.00 Wita. Ketika rumah sudah dalam kondisi sunyi, GA membuka pintu kamar ponakannya. Karena pintu kamar terkunci dari dalam, GA membobol dengan menggunakan sebuah obeng.

Saat berada di dalam kamar, GA membangunkan ponakannya yang sudah dalam kondisi tertidur. Setelah bangun, GA langsung menyerahkan uang sebesar Rp 10 ribu kepada keponakannya dan uang tersebut diterima. Selanjutnya GA melucuti pakain dalam bagian bawah ponakannya.

Penyidik Polsek Kota Timur, Briptu Jemmy Singon melakukan pemeriksaan pelaku pencabulan terhadap keponakannya sendiri. (Foto Zulkifli Tampolo/ Hargo.co.id)
Penyidik Polsek Kota Timur, Briptu Jemmy Singon melakukan pemeriksaan pelaku pencabulan terhadap keponakannya sendiri. (Foto Zulkifli Tampolo/ Hargo.co.id)

GA lantas mengutarakan niatnya keponakannya dengan bahasa isyarat. Meski ponakannya tak mengeluarkan sepatah kata, GA langsung beraksi. Perbuatan itu pun tidak hanya berlangsung sekali saja, akan tetapi sebanyak tiga kali.

Perbuatan bejat itu pun akhirnya diketahui oleh orang tua korban, setelah melihat adanya perubahan tingkah laku terhadap anak mereka yang masih berstatus pelajar itu. Merasa curiga, orang tua korban lantas membawa anaknya untuk diperiksa ke dokter. Betapa kagetnya, ketika dokter mengatakan bahwa korban sudah hamil dengan usia kandungan enam bulan.

BACA  Air Drainase Meluap ke Jalan HB Jassin, Warga Sekitar Meradang

Setelah didesak orang tuanya, korban akhirnya mengakui jika itu adalah perbuatan pamannya. Orang tua korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Timur pada Jumat (31/01/2020) sekitar pukul 16.05 Wita. Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Kota Timur langsung bergerak cepat, dimana anggota Reskrim berkoordinasi dengan Unit Intelkam untuk menangkap pelaku.

Dipimpin oleh Kanit Intelkam, Aiptu Abubakar Camaru, GA berhasil ditangkap di tempat kerjanya. GA kemudian digiring ke Polsek Kota Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Kota Timur, Iptu James Q. Derek, SH ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan kini masih sementara dalam proses penyidik unit reskrim Polsek Kota Timur.

BACA  Pedagang dan Pengunjung Butuh Fasilitas Tambahan di Kawasan Matobonebol

“Tersangka kini sudah kami lakukan penahanan. Selanjutnya, kami masih akan melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap tersangka dan juga beberapa saksi,” ungkapnya.

Tersangka pula dikenakan Pasal 81 ayat 1, 2 dan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan pertama atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Jadi, tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. Intinya, perkara ini masih sementara dalam proses, pungkasnya. (kif/hg)


Komentar