Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Prihatin Nasib Atlet di SEA Games, Cak Imin Panggil Menpora

Oleh Aslan , dalam Sportivo , pada Jumat, 1 September 2017 | 06:00 Tag: , ,
  Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Dok.JawaPos)

Hargo.co.id – Sejumlah persoalan yang terjadi saat SEA Games Malaysia 2017 rupanya mendapat sorotan dari Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar.

Ya, selama perhelatan SEA Games berlangsung, kontingen atlet Indonesia diketahui mengalami kejadian tak mengenakan. Dimulai insiden
bendera terbalik, kekurangan fasilitas selama di Malaysia, hingga masalah uang saku dan honorarium atlet serta pelatih.

“Kami mendengarkan masukan dari berbagai pihak, baik berupa kekecewaan, keresahan hingga usulan solusi. PKB merasa tergugah untuk
sumbang saran dan tanggapan. PKB meminta pemerintah, melalui Menpora Imam Nahrawi untuk meminta dicarikan win-win solution terkait
masalah ini. Jangan sampai terulang,” ujar Cak Imin-sapaannya- di Jakarta, Kamis (31/8).

Cak Imin menegaskan, DPP PKB memahami kerja keras Menpora Imam Nahrawi selama ini, namun khusus untuk uang saku, honor dan
infrastruktur atlet harus diprioritaskan lebih cepat lagi.

“Karena ini bukan hanya menyangkut prestasi, namun juga rezeki orang,” jelas dia.

Dia mengungkapkan, persoalan anggaran, birokrasi, regulasi dan lainnya perlu segera dibongkar. DPP PKB, kata dia, bersedia memberi bantuan apapun kepada pemerintah dan Menpora.

“Saya juga telah instruksikan kader kami di Komisi X agar mengawal kinerja Kemenpora lebih detail lagi. Pihak swasta dan BUMN semestinya juga dilibatkan untuk mendukung,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga mengklaim telah memanggil Menpora untuk mengetahui secara detail persoalan selama SEA Games berlangsung. PKB memahami kesulitan-kesukarannya, namun harapan publik juga harus dituntaskan.

“Menjadi pejabat publik, apalagi menteri, harus siap menghadapi apapun reaksi publik. Apresiasi dan kemarahan pasti datang berganti -ganti. Bekerja keraslah selalu. Sepi ing pamrih, rame ing gawe. Selebihnya, serahkan pada Yang Kuasa. Kami berharap para atlet tetap sabar dan semangat berlatih,” ujarnya.

Cak Imin memahami kalau profesi atlet bukanlah profesi yang mudah. Atlet berlatih keras berjam jam setiap hari, bertahun-tahun, untuk bangsa dan sekeping medali emas.

“Hormat kami kepada kalian, yang mencari kemuliaan pribadi dan bangsa dengan kerja keras dan pengorbanan. Semoga Tuhan membalasnya
dengan berlimpah,” tandasnya.

(mam/JPC/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar