Jumat, 5 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Produsen Cream Pemutih Digerebek, Pelanggan Tersebar di Kota, Bonbol dan Kabupaten Gorontalo

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 13 April 2018 | 12:24 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Tempat pembuatan kosmetik racikan jenis cream pemutih di Kelurahan Tomulabutao Selatan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo digrebek aparat, Kamis (12/4) pukul 14.15 wita. Sejumlah bahan baku kosmetik yang berbentuk cream dan cairan disita. Di lokasi, ditemukan pula aneka jenis kosmetik beserta ribuan tempat kemasan kosmetik dan stiker/label hologram.

Hingga berita ini dilansir, produsen kosmetik racikan NT alias Novi masih mejalani pemeriksaan di Polsek Dungingi. Sedangkan barang bukti berupa sampel cream diamankan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Penggrebekan dipimpin Kapolsek Dungingi Iptu Tri Narto setelah berkoordinasi Bhabinkantibmas Tomulobutato Bripka Riki dan Babinsa Koramil 03/Kota Barat Kopda Hassanudin. Kedua personel itu sebelumnya mengintai aktivitas di tempat pembuatan kosmetik racikan tersebut.

Pantauan Gorontalo Post, tempat pembuatan kosmetik racikan ini memanfaatkan dua rumah di kompleks perumahan Tomulobutao Selatan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Dua rumah yang saling berdempetan itu disewa Novi sebagai tempat tinggal sekaligus menjadi tempat usaha peracikan kosmetik. Produk yang dihasilkan berupa produk pemutih. Baik berbentuk cream, cairan serta sabun muka.

BACA  Wagub Minta Elemen Masyarakat Gorontalo Dilibatkan Tanggulangi Terorisme

Hanya saja usaha yang dirintis Novi sejak Maret 2017 itu tak mengantongi izin. Saat kedatangan Iptu Tri Narto bersama Kanit Reskrim BRIPKA Abdul Ghani,SH dan Kanit Intel AIPDA Ardan Ali, Novi tak bisa menunjukkan dokumen yang melegalisasi usahanya itu. Padahal jika diamati usaha yang dijalankan Novi terbilang cukup besar.  Di dalam rumah terdapat beberapa etalase yang dipenuhi beragam produk kecantikan. Lantaran tidak mampu menunjukan dokumen perizinan, semua ruangan di dalam rumah digeledah.

Saat digeledah ditemukan ribuan tempat/kemasan cream kosong yang belum terpakai dan tersusun rapi di setiap ruangan. Di bagian dapur turut ditemukan beberapa bahan baku cairan yang diduga digunakan sebagai bahan campuran pembuatan produk kecantikan. Bahan baku cairan yang tersimpan di galon berukuran 25 liter itu tertulis toner mint dan sabun muka. Selain itu ada pula cairan yang dikemas di botol kecil tanpa nama.

Tak hanya sampai di situ, produk kecantikan ini ternyata juga disimpan pada rumah kontrakan yang berada tepat di sebelah rumah yang ditinggali Novi. Di rumah itu ditemukan banyak tempat kemasan cream, alat spray serta bahan baku kosmetik berupa cream. Ada tiga jenis cream yang disimpan dalam plastik bening. Masing-masing berwarna pink, kuning dan putih. Masing-masing cream ditaksir memiliki berat lebih 1-2 kilogram.

BACA  Gubernur Rusli Habibie Soroti Masalah Pertanian di Gorontalo

“Cream apa ini,” tanya Iptu Tri Narto.

“Itu cream HN,” jawab Novi.

“Hetty Nugrahati. Dari Jawa belinya,” kata perempuan bercadar itu menjelaskan singkatan “HN”.

Di lokasi ditemukan stempel merek produk kecantikan dan stiker hologram original. Ditengarai, stempel merek dan stiker hologram itu digunakan Novi untuk mempercantik produknya.

Setelah memeriksa seluruh bagian rumah, Kapolsek Dungingi Iptu Tri Narto menyita sampel bahan baku cream beserta tempat kemasan sebagai barang bukti.

DS, kurir bisnis produk kecantikan Novi saat diwawancarai mengungkapkan, pelanggan kosmetik yang diproduksi Novi cukup banyak.

“Saya antar itu di wilayah Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo. Tapi paling banyak di Kota Gorontalo,” ungkapnya.

Kapolsek Dungingi Iptu Tri Narto menjelaskan, dari hasil penggerebekan rumah yang ditempati NT menjadi tempat peracikan dan pengemasan kosmetik. Hanya saja usaha itu tak memiliki dokumen resmi.

BACA  Azis Syamsuddin Sebut Gorontalo Butuh Perhatian Khusus

“Temuan ini akan kita langsung limpahkan ke Polres Gorontalo Kota untuk didalami Sat Reskrim bekerjasama dengan BPOM Gorontalo,” jelasnya.

Tri Narto ikut mengimbau agar masyarakat lebih cermat menggunakan produk kecantikan.

“Harus dilihat jelas produk yang dipakai apakah terdaftar resmi di BPOM, komposisinya jelas dan perusahaan yang memproduksi jelas. Jika tidak bisa mengancam kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu Dandim 1304 Gorontalo Letkol Inf. Allan Surya Lesmana mengatakan, langkah yang diambil anggtotanya dalam penggrebekan tempat kosmetik racikan merupakan salah satu upaya mendukung terjaganya keamanan di daerah tugasnya masing-masing.

“Sesuai undang-undang, TNI bertugas untuk melindungi warga Negara Indonesia termasuk dalam penyalahgunaan obat-obatan atau bahan kimia lainnya,” tandasnya.

Terpisah Lurah Tomulabutao Selatan Adelina Luma saat diwawacarai mengaku tak tahu, jika rumah yang dikontrak NT menjadi tempat peracikan dan pengemasan kosmetik.

“NT sebelumnya sudah melapor mau mengontrak rumah di sini. Saat itu, saya cuman ingatkan untuk menjaga keamanan, jangan berbuat masalah atau maksiat di rumah kontrakan,” ungkap Adelina.(dan/yds/hg)


Komentar