Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Program Rusli-Idris Sinkron RPJMN

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Rabu, 18 Desember 2019 | 13:12 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Presiden Joko Widodo mengundang seluruh gubernur, bupati dan walikota termasuk Menteri dan Kepala Lembaga Negara, di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/12/2019).

Agenda itu merupakan musyawarah perencanaan pembangunan nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, turut hadir dalam pertemuan itu.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, salah yang menjadi penekanan Presiden Joko Widodo dalam arahanya saat Musrenbang RPJMN  adalah pengembangan pariwisata dan sentra produksi yang harus dibarengi dengan infrastruktur, dan infrastruktur yang  dibangun saling terkoneksi satu sama lain.

Presiden mencontohkan pembangunan pelabuhan di salah satu provinsi di kalimantan. Pelabuhanya di bangun, tapi jalan menuju pelabuhan tidak disambung.

BACA  Road Show di Tujuh Titik, HPMU Jelajahi Botupingge

“Untuk apa pelabuhan itu?” tegas Presiden, sebagaimana dilansir dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (16/12).

Infrastruktur menurutnya merupakan salah satu fondasi bagi bangsa Indonesia agar mampu bersaing dan berkompetisi dengan negara-negara lain di dunia. Untuk itu, pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan dengan menyambungkan infrastruktur yang telah ada ke kawasan-kawasan industri dan pariwisata.

 “Kita ingin menyambungkan infrastruktur yang telah ada ini ke kawasan-kawasan industri, kepada kawasan-kawasan produksi pertanian, kepada kawasan-kawasan produksi perikanan, kepada kawasan-kawasan wisata yang ada di setiap provinsi di setiap daerah,” kata Presiden.

“Tugas bapak ibu dan saudara-saudara semuanya adalah menyambungkan itu. Kalau tidak memiliki kemampuan di APBD, bisa berkonsultasi kepada Menteri PU. Berkonsultasi. Nanti saya takutnya diasosiasikan lain, semuanya berbondong-bondong konsultasi,”tambahnya.

BACA  Blusukan di Kabila, Merlan Uloli Bantu Pemerintah Perangi Covid-19

Arahan Presiden Joko Widodo itu, ternyata telah diterapkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Dalam program Nyata Karya Rusli Idris (NKRI), infrastruktur dan pengembangan pariwisata memang menjadi prioritas. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mencontohkan tentang pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang pekerjaannya dibiayai melalui APBN.

“Apa yang disampaikan beliau (Presiden Joko Widodo) tadi (kemarin,red), saya kira sudah sejalan dengan program kita di provinsi. Jalan GORR kita bangun berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Juga untuk menyambungkan bandara dan tiga kabupaten/kota. Jadi saya kira sudah pas dengan arahan beliau,” ucap Rusli.

Seperti diketahui, GORR tidak saja menjadi akses baru dan menjadi solusi kemacetan, namun juga mampu membuka kawasan ekonomi baru, pariwisata, serta mehubungkan Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango dan Kota Gorontalo, serta bandara Jalaludin Gorontalo.

BACA  Diperebutkan 29 ASN, Pemprov Gorontalo Lelang Enam Jabatan

Hal lain yang dicatat Rusli menyangkut arahan Presiden untuk pembangunan infrastruktur. Jika daerah tidak mampu karena keterbatasan maka bisa berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Lebih dari itu, peran swasta juga didorong untuk bisa mengurangi beban pemerintah.

“Alhamdulillah kita sudah memulai di Gorontalo dengan pembangunan rumah sakit Ainun dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Ini menjadi salah satu penekanan pemerintah bagi daerah yang secara fiskal tidak mampu membangun infrastruktur, apalagi menyangkut layanan dasar,”terang Rusli Habibie. (adv/gp/hg)


Komentar