Rabu, 14 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Protes Aturan Sekolah, Guru Pukul Kepsek

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 9 Februari 2018 | 13:00 WITA Tag: ,
  


PATILANGGIO, Hargo.co.id  – Sungguh ironi. Tindak kekerasan di lingkungan pendidikan sepertinya makin menjadi-jadi. Belum lepas dari ingatan kasus murid pukul guru hingga tewas di Sampang, Jawa Timur. Kini giliran oknum guru memukul kepala sekolah (Kepsek). Peristiwa itu terjadi di SD Negeri 04 Pattilanggio, Pohuwato, Kamis (8/2).

Gara-gara menolak peraturan yang baru, HA alias Hendra oknum guru di SDN 04 Pattilanggio nekat menonjok pimpinannya Ratna Pasili. Akibatnya, perempuan yang menjabat Kepsek SDN 04 Pattilanggio itu mengalami luka di bagian bibir.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, insiden pemukulan terhadap Ratna Pasili terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Kala itu di sekolah sedang berlangsung proses belajar mengajar. Hendra yang datang ke sekolah, langsung naik pitam. Ia mengomel dan marah-marah di depan kelas IV. Tak hanya itu, Hendra ikut mengamuk dan merusak taman bunga di depan ruang kelas IV.

Hendra memprotes perubahan jam kerja guru di sekolah. Sebelumnya jam kerja guru ditetapkan jam masuk pukul 07.45 wita dan jam pulang pukul 13.00 wita. Namun seiring dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) guru wajib kerja 40 jam/minggu, maka Kepala Sekolah mengubah jam kerja. Jam masuk ditetapkan pukul 07.15 Wita dan jam pulang pukul 15.15 Wita.

BACA  Gubernur Gorontalo Mediasi Kepemilikan Asrama HPMIG Bandung

Hendra tak terima dengan perubahan itu. Maka ia pun datang ke sekolah sambil marah-marah dan mengamuk. Hendra sempat menemui rekannya sesama guru Yasin Biko dan mempertanyakan aturan baru yang diterapkan sekolah. Hanya saja lantaran datang sambil marah-marah, Yasin memilih tak menggubris ulah Hendra.

Di tengah luapan emosi Hendra, Ratna Pasili datang menghampiri. Perempuan berjilbab itu hendak menegur Hendra yang saat itu diliputi emosi. Tapi tak disangka, justru emosi Hendra makin menjadi-jadi. Hingga keduanya terlibat adu argumen.

Di tengah saling berdebat, Hendra tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah Ratna. Plaakk. Pukulan Hendra mendarat di dagu Ratna. Seketika itu Ratna langsung tersungkur dan pingsan.

BACA  Ngunduh Mantu, Proses Penjemputan Mempelai Wanita oleh Orang Tua Mempelai Pria

Para guru dan siswa yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Hendra dan Ratna. Beberapa guru berupaya menenangkan Hendra, sementara sebagainya menolong Ratna yang saat itu mengeluarkan darah di bagian bibir. Setelah sadar, Ratna memilih menempuh jalur hukum. Ia pun lantas melapor ke Polsek Patilanggio.

Di sisi lain, kejadian pemukulan oknum guru terhadap kepsek di SDN 94 Patilanggio ikut didengar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pohuwato. Menindaklanjuti insiden tersebut, Koordinator Pengawas (Korwas) Harun Adam beserta Kepala Seksi Pendidikan Tenaga Kependidikan SD Ismet Dunggio Dikbud Pohuwato langsung turun ke lokasi.

Mereka mengumpulkan seluruh guru untuk dimintai keterangan terkait peristiwa yang terjadi. Beredar informasi bila selama ini Hendra kerap terlambat datang ke sekolah. Selain itu, oknum guru PNS itu juga sering pulang cepat.

Sehingga ketika perubahan jam kerja diterapkan, Hendra naik pitam. Sebab, bagi ASN yang tak melaksanakan tugas sehari maka tunjangan kerja akan dipotong sebesar 2,5 persen. Begitu pula bila terlambat masuk dan cpat pulang di hari yang sama maka hal itu berarti sama dengan tak masuk sehari.

BACA  Dosen UNG Tegaskan, Bahasa Atinggola Bukan Dialek

Sehingga mendapat potongan tunjangan kerja 2,5 persen. Kepada Gorontalo Post Harun Adam dan Ismet Dunggio menegaskan, pihaknya akan menindak tegas oknum guru yang terbuki melakukan tindak kekerasan.

“Meskipun hal ini sudah akan diproses hukum akan tetapi kami tetap akan menjalankan aturan sanksi berdasarkan prosedur yang ada,” ujar Harun Adam. Sementara itu di hadapan penyidik Polsek Patilanggio, Hendra berdalih dirinya membela diri. Sebab, sebelumnya ia terlebih dahulu dipukul dengan kayu.

Kapolsek Patilanggio Iptu Jhon Raden Pou saat dikonfirmasi Gorontalo Post membenarkan adanya laporan mengenai tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru ke Kepala Sekolah SDN 04 Patilanggio ini.

“Kami telah menerima laporannya, dan saat ini terhadap korban telah dilakukan visum di Puskesmas Patilanggio, sementara pelaku yang merupakan oknum guru saat ini kami masih amankan untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (tr-55/hg)


Komentar