Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Protes Galian C Pilohayanga, Warga Diancam 

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Sabtu, 3 Februari 2018 | 10:02 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, Gorontalo – Aktivitas galian C di Desa Pilohayanga, Telaga, Kabupaten Gorontalo, diklaim membuat warga di dusun III makin tidak nyaman. Pasalnya, selain hampir setiap hari menghirup debu yang berterbangan, oknum pihak pengelola diduga mengancam warga setempat jika melakukan protes.

“Katanya jika kami mau protes, kami nanti akan dicari oleh mereka,” ungkap seorang warga di Dusun III yang meminta agar namanya tidak dikorankan. Dia juga mengaku jika sejumlah warga yang memiliki anak balita dibuat gusar karena harus beberapa kali bolak-balik ke Puskesmas karena teridentifikasi mengalami gejala ISPA atau gangguan pernafasan. Penyebabnya, klaim warga, tidak lain dari aktivitas galian C tersebut.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

“Kami juga sudah pernah mendatangi bapak bupati, namun aktivitas galian C tetap saja berjalan,” ungkap warga lagi. Meski sudah diadakan pertemuan oleh unsur-unsur terkait perihal permasalahan tersebut, namun hingga kini persoalan belum juga mendapatkan titik terang.

Bahkan, janji dari pihak pengelola untuk memperbaiki jalan yang rusak pun hingga saat ini belum juga terealisasi.

Informasi yang dikutip Gorontalo Post dari warga sekitar pula, aktivitas galian C tersebut diduga telah melewati batas ketentuan sesuai izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang seharusnya hanya seluas 1,2 hektar, kini ditaksir sudah hampir mencapai 5 hektar.

BACA  Terduga Bandar Judi Togel di Tolangohula Diringkus Polisi

Beberapa waktu lalu pula, gabungan masyarakat dari Desa Pilohayanga dan Desa Dulohupa membuat sebuah petisi menolak Galian C tersebut dan menyerahkannya langsung kepada Bupati Gorontalo.

“Pak Bupati suruh hentikan. Itu yang kami tagih sampai sekarang,” ungkap warga lagi. Warga Desa Pilohayanga, khususnya di Dusun III kini hanya bisa berharap agar pemerintah dapat serius menanggapi aspirasi mereka. “Tolong kami, aktivitas kami sudah tak normal lagi,” pintanya.

Pulu Harun (40), salah seorang pengelola galian C tersebut membantah keras adanya ancaman terhadap warga tersebut. “Itu hanya hoax saja. Selama ini aman-aman saja,” tegas Pulu.

Ditambahkannya pula, aktivitas galian C masih berlanjut atas hasil pertemuan dengan instansi-instansi terkait, termasuk Dinas Pertambangan Provinsi Gorontalo.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

Kata Pulu, pihaknya kini tidak lagi menggerus, melainkan hanya tinggal merapikan galian saja. “Kami sedang berunding untuk perbaikan jalan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Pilohayanga, Junus Kadir, melalui aparat desa setempat, Taufik Husa, menyatakan, permasalahan galian C tersebut sudah berlangsung lama. “Kami sudah beberapa kali melakukan mediasi,” ungkapnya.

Bahkan, belum lama ini, pemerintah desa sudah melakukan mediasi dengan mempertemukan pihak pengelola, perwakilan masyarakat beserta pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo. “Keputusan pemberhentiannya bukan otoritas kami,” tandasnya.(TR-58)


Komentar