Selasa, 24 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Protes Penghinaan Nabi Muhammad, Foto Presiden Prancis Dijadikan Keset

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 4 November 2020 | 18:35 WITA Tag: ,
  Foto Presiden Prancis yang dijadikan keset kaki di depan toko di Desa Bulila, Selasa (3/11). (foto : Ramadhan/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang karikatur Nabi Muhammad SAW terus menuai protes dari warga di sejumlah negara. Tak terkecuali di Provinsi Gorontalo. Foto orang nomor satu di Prancis itu dijadikan keset kaki. Sepertihalnya pemilik toko percetakan di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Ia menggunakan foto Presiden Prancis sebagai keset kaki di depan toko miliknya.

Dilansir dari Gorontalo Post, tampak gambar Presiden Prancis Emmanuel Macron berjejer di depan toko percetakan milik Jaka. Toko yang menawarkan alat tulis serta jasa foto copy itu mencuri perhatian pembeli. Pasalnya, foto orang nomor satu di Prancis terlihat di lantai depan toko. Bukan dipajang sebagai penghormatan, foto itu bahkan menjadi pembersih kaki bagi setiap pembeli yang berkunjung ke toko tersebut. Setiap warga yang ingin berbelanja atau menggunakan jasa foto copy dipastikan bisa menginjak gambar presiden Prancis di etalase toko.

BACA  Tradisi Walima di Gorontalo Tak Abaikan Protokol Kesehatan

“Ini yang bisa saya lakukan sebagai bentuk kecaman atas pernyataan presiden Prancis, saya mengajak semua umat muslim agar mengutuk keras peristiwa pembunuhan dan tetap mengecam pidato Emmanuel Macron,” ujar Jaka kepada awak media ini, Selasa (3/11).

Ia berharap setiap umat muslim bisa mengambil sikap, meskipun sekecil kecaman. Hal itu dilakukan sebagai bentuk cinta pada Nabi Muhammad SAW. Namun, Jaka berharap umat muslim tidak menyerang agama lain sebagai bentuk protes. Karena apa yang disampaikan Presiden Prancis tidak mewakili agama apapun.

BACA  Jumlah Pasien Covid-19 Bertambah

“Mari kita ambil peran, tapi tetap menjaga kerukunan di Indonesia, terutama Gorontalo. Teladani nabi, jangan balas hinaan dengan hinaan,” katanya. Ia berharap warga Gorontalo tidak melakukan razia paksa ditoko-toko yang sempat menjual produk prancis. Karena tak semua pemilik toko mengatahui dan belum tentu setiap produk berafiliasi dengan politik dan pemerintah.

“Mari kecam, tapi tetap jaga keberagaman kita di Gorontalo. Karena banyak juga selain umat Islam yang mengecam tindakan Macron,” ujarnya.

BACA  DPRD Minta Sektor Pariwisata Optimalkan Protokol Kesehatan

Pimpinan Majelis Rasulullah Al Habib Salim Abdurohmana Al Jufri menyesalkan sikap yang dilakukan orang-orang yang menghina Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak setiap umat muslim agar tidak mengkonsumsi atau menggunakan produk yang diproduksi Prancis sebagai bentuk hukuman dan protes. Hal itu juga bisa menjadi bukti kencintaan umat kepada baginda Nabi.

“Semoga yang menghina nabi bisa dapat hidayah, agar mau meminta maaf kedepan,”ujarnya. Salim menambahkan, Islam merupakan agama Rahma dan damai, tapi masalah nabi dihina ia mengaku sebagai umat muslim tidak boleh tinggal diam.(ramadan/hg)


Komentar