Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Protokol Omicron

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Selasa, 30 November 2021 | 10:05 AM Tag: , , ,
  Protokol Omicron - DI'SWay

Oleh : Dahlan Iskan

Apakah arti kata Omicron –yang dipakai nama varian terbaru Covid-19?

Anda pun sudah tahu: Omicron diambil dari bahasa Yunani. WHO memang mengambil bahasa Yunani untuk memberi nama semua varian Covid-19.

Arti kata Omicron adalah: o kecil. Sedang apa bahasa Yunaninya O besar tanyalah BusserNKRI.

Kebetulan WHO lagi mencari nama baru. Yakni untuk varian terbaru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan: varian B.1.1.259.

Varian ini merupakan temuan ke-15. Yang 14 sebelumnya, Anda sudah tahu. Setidaknya yang paling terkenal selama ini: varian Delta.

Karena varian terbaru ini merupakan temuan ke-15, berarti jatuh di huruf o. Maka dicarilah kata di bahasa Yunani yang awalannya o.

Yang sudah terkenal tentu Omega. Tapi virus ini kan kecil sekali. Maka ketemulah kata Omicron tadi. Agar tidak sama dengan Omega.

Kebetulan sudah ada benda lain yang diberi nama Omicron. Yakni bintang ke-15 di jajaran kelompok perbintangan tertentu di angkasa sana. Bintang ke-15 itu, dalam ilmu astronomi, juga disebut Omicron.

Mengapa o kecil ini diberitakan begitu besar –melebihi pemberitaan Delta? Sampai Disway pun bikin Breaking Disway?

Jelas: itu karena varian Omicron-lah yang paling besar lingkup mutasinya: 30 mutasi. Sedang di varian Delta –yang terbanyak sebelum Omicron– hanya 12. Bahkan varian lain ada yang hanya 3.

Anda sudah tahu: varian baru ini menakutkan. Penyebarannya bisa 6 kali lebih hebat dari varian Delta.

Tidak ada yang tidak cemas menghadapinya. Ups… ada. Bahkan ada yang senang: ini dia –pedagang PCR dan antigen.

Di antara yang cemas-cemas itu ada juga yang biasa-biasa saja. Ia adalah drh Indro Cahyono, peneliti virus dari Bandung itu. Yang terkenal dengan resep ”protokol rakyat”-nya. (Disway 19 Juli 2021).

Drh Indro mengirimi saya video baru. Kelihatannya baru saja dibuat. Yang membuat istrinya sendiri.

Senin pagi kemarin.

Isinya menyenangkan. Dan menenangkan: jangan panik. “Varian Omicron ini hanya terjadi di RBG. Bukan di induk virus Covidnya,” ujar Indro.

RBG adalah yang seperti kepala paku yang menancap di virus bulat itu.

Bagian yang seperti ”batang paku”-nya sendiri, sampai ke RBG itu disebut protein S.

Menurut Indro, biar pun terjadi sampai 30 mutasi, semuanya masih di ”kepala paku” itu.

Kenapa kita tidak harus panik?

“Tingkat kematian Covid-19 itu sekitar 2 persen. Berarti 98 persen yang terkena Covid akan sembuh,” katanya.

“Sepanjang namanya masih Covid-19 berarti tingkat kesembuhannya ya 98 persen. Biar pun tidak ikut vaksinasi,” katanya. “Apalagi kalau sudah divaksin dan vaksinnya benar,” tambahnya.

Melihat video drh Indro ini kita seperti ikut berayun. Video itu memang dibuat ketika ia lagi mengemudikan mobil. Hanya wajah samping yang terlihat. Itu karena yang memegang kamera berada di kursi sebelahnya.

“Itu istri saya,” ujar Indro. “Dia selalu mengawal ke mana pun saya pergi,” tambahnya. Mereka sudah pacaran sejak masih sama-sama mahasiswa fakultas kedokteran hewan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Awalnya drh Indro tidak memperhatikan munculnya berita varian baru dari Afrika Selatan itu: yang sepanjang masih disebut varian tidak akan melebihi 2 persen itu. “Kalau sudah melebihi 2-3 persen sudah harus disebut bukan Covid-19 lagi,” katanya.

SARS dulu mengakibatkan kematian sampai 8 persen. MERS sampai 40 persen. Dua-duanya tidak sampai mewabah di Indonesia. Dunia sudah sepakat, yang meninggal akibat Covid-19 sekitar 2 persen.

Ia tahu ada varian baru. Tapi, di matanya, tidak baru.

Hanya saja, kian hari, kata Indro, pembicaraan mengenai varian Omicron kian seru. Ia pun kembali masuk ke laboratorium. Juga mempelajari bahan-bahan yang ada.

Akhirnya ia ambil keputusan. “Saya harus membuat video baru. Masyarakat tidak boleh panik,” ujar Indro yang lama menjadi peneliti virus di Universitas Adelaide Australia itu.

Kebetulan Senin pagi kemarin ia harus ke Jakarta. Mengisi seminar. Di perjalanan itulah timbul ide untuk membuat video. Tapi di jalan yang menurun dari Bandung ia ingin konsentrasi dengan kemudi. Terlalu banyak berita kecelakaan di area itu. Yang melibatkan penyanyi sampai pengusaha. Terakhir: Direktur Indomaret itu. Yang mobilnya ringsek tertindih kontainer yang roboh.

Maka begitu mobilnya sampai di jalan tol layang Cikarang-Cawang, mulailah video itu dibuat.

Saya sendiri sudah berkali-kali lewat jalan layang itu, tapi sama dengan drh Indro: lupa nama jalan itu. Padahal setiap memasukinya selalu terbaca nama jalan itu: ada kata pangeran, ada kata bin, tapi bukan kata Salman di buntutnya.

Saya tidak bisa menebak jenis mobil apa yang dikendarai peneliti virus yang terkenal ini. “Jangan disebut. Saya malu. Ini mobil kaleng,” katanya.

Saya pun mengajukan beberapa tebakan: mobil sejuta umat –Avanza? Bukan. Xenia? Bukan. Calya? Ia tidak menolak.

Padahal, kalau saja ia mau bekerja di bisnis PCR, mobilnya sudah bisa ganti berganti.

Benarkah varian terbaru Omicron bisa menembus kekebalan orang yang sudah vaksinasi?

“Tergantung pakai vaksin apa. Kalau vaksinnya bukan dari virus utuh yang dilemahkan tentu saja bisa,” katanya. Itulah sebabnya Amerika, Inggris, Eropa, dan Afrika Selatan lebih waspada. “Mereka menggunakan vaksin bukan dari virus utuh yang dilemahkan,” katanya. Dengan demikian kalau mutasinya terjadi di luar bagian virus yang dijadikan vaksin, tentu belum tercover oleh vaksinasi.

Sinovac, yang awalnya diejek-ejek kini berenang-renang ke tepian.

Apakah protokol rakyat yang ia luncurkan masih relevan untuk varian Omicron?

“Sepanjang varian itu masuknya lewat hidung dan mulut tetap relevan,” katanya.

Sudah lebih dua bulan saya tidak mencuci hidung dan mulut dengan garam –pakai protokol rakyatnya drh Indro. Tapi saya masih menyimpan sisa garam krosok, botol untuk mencampur air dengan garam dan botol kecapnya. (Dahlan Iskan)

— 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul Nasib Bebas

Yoga Samsugiharja
Saya belajar 3 hal dari tulisan ini: A. Temanmu akan mempengaruhi nasibmu B. Terus setia pada prinsip. Klo salah ya ngaku, klo ngvam ya nggak C. Pada akhirnya, kebenaran pasti terungkap. 1.5 juta dollar buat pengganti penjara 40 tahun? There’s something that money can’t buy

Udin Salemo
Waalaikumsalam wr wb. Amat sulit mengalahkan Amat, hehehe…

Diet? 081283098998
Kejadian serupa berpotensi pada kasus pembunuhan ibu dan anak dk subang, 18 agustus lalu, yg kedua korbannya jenazahnya dimandikan, mungkin utk menghilangkan jejak.  Hari ini 100 hari lebih, blm ada tersangka yg ditetapkan. Salah satu saksi kunci, anak muda 21 tahun kedapatan DNA nya ada pada puntung rokok di tkp. Si anak muda menjelaskan kenapa ada puntung rokok di tkp.  Entah gimana kelanjutannya, mudah mudahan nasib anak muda ini tdk spt kevin.

Disway 230980
Gak papa gak bisa buka disway, yang penting bisa buka komentar disway dan ikut berkomentar. Salam

Disway99 Reader
tidak cukup menurut saya, kehidupan 43 tahun tidak bisa dinilai dgn uang. Kebahagian menikah, punya anak, punya cucu, dll. Terlewati begitu saja di bilik kecil.

Sri Widodo
Sejak awal Cynthia harusnya paham kaidah: melepaskan seribu orang bersalah lebih baik daripada menghukum satu orang bersalah

padas gempal
Karena pada tahun1981 belum ada medsos seperti jaman ini. Andai kebebasan Sengkom dan Karta terjadi di tahun-tahun belakangan ini, di mana sebuah berita menjadi cepat viral, sepertinya beliau berdua juga akan mendapatkan simpati dan donasi dari masyarakat..

Pedro Lincalinci
Ada pepatah Jawa “urip iku sawang sinawang, mula aja mung nyawang sing kesawang”. (Hidup itu saling memandang/ berpersepsi, maka janganlah hanya melihat/ berpersepsi yg terlihat saja) Oràng lain bernasib baik, dan kita bernasib buruk, menurut pepatah tersebut sebenarnya haruslah dilihat sisi lainnya yg mungkin kita tidak melihatnya, karena yg dibilang orang lain itu nasibmya lebih baik, ternyata punya sisi lain yg berkebalikan dg yg kita alami. Kevin dipenjara 40 th lebih dan kemudian bebas setelah muncul bukti baru, bahwa orang lainlah yg melakukan pembunuhan yang pernah dituduhkan kepadanya. Setelah dià bebas, ada kegiatan pengumpulan donasi dari masyarakat yg bersimpati dengannya yg jumlahmya 1,5 juta dollar lebih. Berbeda dg nasib Sengkom dan Karta, yg th 1974 dituduh melakukan kejahatan merampok dan membunuh, kemudian th 1977 divonis bersalah dan dipenjara.  Pd th 1981 mereka berdua dibebaskan karena adanya bukti baru bhw orang lain sebagai pelaku yg sebenarnya dan dijatuhi pidana penjara pula. Memang dalam.menjalani vonis pengadilan (yg sesat) hanya relatif sebentar, namun nasib Sengkon dan Kàrta tdk semujur nasib Kevin yg mendekàm di penıjara lebih dari 40 th, tetapi mendapat simpati masyarakat dg pengumpulan donasi. Nasib Sengkon dan Karta tetap buruk, alih-alih ada pihak yg bersimpati mengumpullan donasi, tàpi  malahan nasib keluargapun  kocar-kacir, hartanya (aset tanah) ludes dijual utk biaya proses hukum, bahkan Karta masih harus bernasib tragis  meningal dalam kecelalaan lailin tertàbrak truk, dan Sengkon akhirnya meninggal karena mengidap penyakit TBC.. Tuntutan ganti kerugian sebesar 100 juta, karena putusan sesat ditolak MA. Hiiikz…..

Disway 18081204
Mau heran takut dosa. Keinginan kedua ingin liat laut?? Apa gak ingin liat “gunung kembar” ya?? Hmmmm….jangan2…

Tunk BM
di Jombang pernah salah tangkap atas kasus pembunuhan juga. Edo dan David masing² divonis 17 dan 12 tahun penjara atas pemubunuhan Asrori. Tapi ternyata belakangan setelah beberapa saat menjalani hukuman… ada pengakuan dari si pembunuh aslinya. Entah bagaimana cara BAP-nya, dan entah pula hukuman bagi yang berwenang.

Fira Vva
Kalau ada yg merasa paling susah bisa lihat kisah ini.. Gak kebayang sedih nya di hukum tanpa bersalah 40 tahun

Macca Madinah
Hakim itu ya, kalau benar keputusannya pahalanya dua, kalau salah keputusannya pahalanya satu. Yang penting niat baik untuk keadilan yang diputuskannya berdasarkan fakta yang ada (pada saat memutuskan), tidak ada unsur kesengajaan. Jadi kalau sampai sengaja, ya TERLALU.

Parikesit
LSM di negeri uncle Sam bagus juga ya. Di daerah kami, citra LSM sudah rusak, banyak dari mereka yg jadi tukang peras, tukang catut, tukang gertak, tukang mintain duit. Kalau tak dikasih, mencari-cari kesalahan orang. Target “korban”nya beragam, mulai dari Kepala Sekolah, Kepala Desa, pimpinan KUD, Anggota dewan, manager pabrik sawit, hingga pedagang sawit pun kena kompas.Alih-alih sekali dua kali LSM tsb minta “uang minyak”, ini hampir tiap bulan dan LSMnya pun bukan cuma satu. Hmmm…- EDISI : CURHAT dong, Bah.Salam rahayu.Sekali

Abdul Wahib
Harusnya biar dia milih, mau tetap tinggal di penjara atau bebas. Karena kondisinya sdh tidak lagi muda. Dunia yg dia tau ya dunia penjara. Jadi teringat film Shawshank redemption. Seseorang yg terlalu lama di penjara, sampai tua. Malah shock ketika dibebaskan. Akhirnya bunch diri

Amat
Sial & mujur Sial bisa diartikan tidak mujur (beruntung; bernasib baik). Kaki kepentok meja, sial. Lagi nyantai di luar, ada benda jatuh dari langit, kotoran burung, sial. Lagi makan, tertelan sendok, sial. Sial dan mujur ini tentang sudut pandang. Bung KS a.k.a Achmad Reader tahu ini: tidak ada kejadian sial, apalagi hari sial. Yang dianggap sial adalah suatu kejadian yang tidak menyenangkan, tidak sesuai kehendak. Hampir semua orang maunya mujur terus. Padahal, hidup tak semudah itu. Kadang ada saja kejadian yang tidak mengenakkan, lalu dikatakan sial. Hidup tidak bisa mau enak terus. Yang tidak enak, sial itu, namanya musibah, ujian. Musibah menguji kesabaran. Tingkat ketahanan orang saat diuji beda-beda. Ada yang ringan, sedang, berat. Itu pun, kalau merasa “sial” sudah merasa sebagai orang yang paling menderita sedunia. Sial itu ujian. Mujur pun bermakna ujian. Tidak terbayang mengalami seperti Kevin Strickland ini. Saya tidak sanggup. Dia sabar. Dia pantas mendapatkan hadiah atas kesabarannya. #NoDebat

(Visited 30 times, 1 visits today)

Komentar