Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PT TUN Putuskan Tak Bisa Disidang, Gugatan MATAHARI Langsung ke MA

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 3 Maret 2018 | 10:57 Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Kepastian apakah pasangan Marten Taha-Ryan F. Kono (MATAHARI) bisa kembali bertarung di Pilwako bakal lebih cepat. Itu seiring keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar atas gugatan yang diajukan tim kuasa hukum MATAHARI. Dalam persidangan yang digelar Jumat (2/3), PT TUN Makassar menyatakan tak bisa menyidangkan perkara yang diajukan. Dengan begitu, peluang pasangan MATAHARI mengajukan keberatan, langsung ke Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya, informasi putusan PT TUN Makassar atas gugatan MATAHARI sempat beredar luas di jejaring media sosial. Saat itu dikabarkan bila PT TUN Makassar menolak gugatan yang disampaikan kubu MATAHARI. Alasannya, gugatan kubu MATAHARI hanya ditujukan kepada Panwaslu, terhadap KPU Kota Gorontalo.

banner 728x485

Terkait informasi yang beredar itu, Ketua Tim Kuasa Hukum MATAHARI Herson Abas,SH menepis informasi yang beredar. “Gugatan MATAHARI bukan ditolak PT TUN,” ujar pengacara senior tersebut.

Ia pun menjelaskan, setelah dilakukan sidang perbaikan berkas, PT TUN Makassar mengambil sikap perkara yang digugat MATAHARI masuk sengketa Pelanggaran Administrasi Pemilihan. Sehingga penanganan gugatan pasangan MATAHARI harus dilakukan Mahkamah Agung.

Hal itu merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa TUN Pemilihan dan Sengketa Pelanggaran Administrasi Pemilihan.

“Dengan begitu gugatan MATAHARI tersebut sudah tak lagi berproses di PTU Makassar. Tetapi langsung di Mahkamah Agung,” kata Herson Abas.
Menurut Herson Abas, PT TUN dalam melihat perkara yang diajukan oleh pasangan MATAHARI merujuk pada PerMA 11/2016.

“Hakim PT TUN Makassar dalam sidang perbaikan menyampaikan, setelah diteliti, PT TUN mengambil sikap sengketa perkara ini (gugatan MATAHARI) masuk sengketa Pelanggaran Administrasi Pemilihan. Sehingga Mahkamah Agung yang berhak menyidangkan,” ucap Herson.

Lalu bagaimana dengan kesiapan gugatan di MA? Herson Abas kembali menegaskan bila pihaknya justru sudah siap dari awal. Selain mengajukan gugatan ke PT TUN Makassar, tim Kuasa Hukum MATAHARI ikut mengajukan pula gugatan ke Mahkamah Agung.

“Itu kita antisipasi sebelumnya. Pada Kamis (1/3) kita juga melayangkan gugatan ke MA. Sengaja kita tidak informasikan, karena kita ingin mengantisipasi hal-hal seperti ini,” ujar Herson.

Karena itu, lanjut Herson, tim Kuasa Hukum akan memaksimalkan tenaga, pikiran untuk bertarung dalam mencari keadilan serta hak-hak sebagai peserta Pilwako Gorontalo.

“Kita akan sidang di sana (MA). Sidang yang sifatnya administrasi. Untuk jadwal sidang, kita menunggu jadwal dari MA. Kemungkinan pekan depan. Karena besok (hari ini) dan Ahad libur. Sebab sidang di MA berbeda dengan Panwaslu yang meski di hari libur tetap sidang,” tutur Herson.

Terpisah Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba kepada Gorontalo Post mengaku belum mendapatkan informasi tentang kelanjutan banding tim Matahari di PTTUN Makassar.

“Saya belum dapat informasi, hanya setau saya, gugatannya sudah didaftarkan,” katanya. Sementara itu Calon Walikota Gorontalo Adhan Dambea mengungkapkan, dirinya sendiri belum mendapat informasi resmi terkait hasil sidang banding tim MATAHARI.

“Saya sudah dengar informasi itu, hanya mohon maaf saya tidak bisa menanggapi persoalan itu,” terangnya singkat saat ditemui disela pelaksanaan kampanye paslon ADHA-CBD, di Kelurahan Tenda, Kota Gorontalo, Jumat (2/3).(tr-45)

(Visited 8 times, 1 visits today)

Komentar