Purna Tugas, Jusuf Kalla Fokus Ngurus Sosial dan Pendidikan 

Hargo.co.id, GORONTALO – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 dipastikan berlangsung,  Ahad (20/10). Dengan begitu,  posisi Jusuf Kalla (JK) sebagai Wakil Presiden RI juga berakhir.

Jusuf Kalla merupakan orang ke dua dari sulawesi yang pernah menjabat wakil presiden, pertama adalah putra Gorontalo B.J Habibie. Saat kampanye Pilpres pada 2014, Jusuf  Kalla sempat menyambanggi Graha Pena Gorontalo Post dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh, termasuk wartawan Gorontalo.

Pria yang akrab dengan sebutan JK ini juga pernah menjabat Wakil Presiden, mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, Wapres JK berpidato terakhir sebagai wakil kepala pemerintahan pada peluncuran Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Jumat (18/10). Selain pejabat dalam negeri dan undangan, pidato JK terakhir itu juga dihadiri para duta besar negara sahabat dan perwakilan organisasi internasional yang berkantor di Indonesia. Dalam kesempatan itu, JK juga menyampaikan pamit.

“Ini hari terakhir kerja bagi saya selama lima tahun menjadi wakil presiden, dan ini pidato saya yang terakhir, setelah selama lima tahun kira-kira lebih dari 600 pidato, ini berarti pidato ke-601,” kata Kalla, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, dikutip antara, Jumat.

Gedung Pancasila, pada sisi lain, menempati posisi penting dalam sejarah Indonesia; di gedung bergaya Gothik-Yunani inilah perumusan dasar negara, Pancasila, dilakukan pada 1 Juni 1945.

Tuan rumah pada gelaran dengan pokok acara pidato JK kali ini adalah Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang didampingi Menteri Keuangan, Sri Mulyani selain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Kedua perempuan pemimpin di Indonesia itu berdiri di dekat JK saat dia berpidato. Tidak pelak, kedua perempuan menteri itu terlihat sesekali menyeka mata mereka, saat JK mengucapkan kata-kata perpisahan alias kata-kata pamit dari jajaran pemerintahan.

JK(satu-satunya politisi yang pernah dua kali menjadi wakil presiden, sebelumnya pada masa pemerintahan pertama Presiden Susilo Yudhoyono (2004-2009)  juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Luar Negeri yang selama ini ikut membantu penyelenggaraan kunjungan-kunjungan JK ke luar negeri.

Adalah JK yang selalu mewakili kehadiran sosok Presiden Joko Widodo di forum Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, selama lima kali berturut-turut pada 2014-2019.

JK juga tercatat kiprahnya dalam kancah perdamaian, di antaranya berperan penting dalam proses perdamaian di Aceh yang berkolaborasi dengan organisasi yang dipimpin Maarti Ahtisaari dari Finlandia dalam perundingan damai di Helsinki.

Hasil dari perundingan di Helsinki itu adalah Perjanjian Helsinki pada Agustus 2005, yang butir-butirnya dijalankan sungguh-sungguh sejak ditandatangani delegasi Indonesia dan GAM.

Pada pidato terakhirnya di Gedung Pancasila itu, JK menyatakan,  ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri yang selalu bekerja membantunya selama lima tahun.

“Barangkali saya pejabat yang paling sering ke luar negeri disamping menteri luar negeri tentu, yang paling merepotkan,” katanya.

Usai peluncuran Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional itu,JK mendapatkan kejutan dari pegawai di lingkungan Kementerian Luar Negeri yang sudah menunggu di luar Gedung Pancasila.

Para duta besar perwakilan negara sahabat dan pegawai Kementerian Luar Negeri menyambut JK, yang didampingi Marsudi dan Mulyani, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Mereka membawa balon bertuliskan “Terima Kasih Pak JK”.

Marsudi juga secara simbolis menyerahkan lukisan foto JK ketika menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB di New York pada September lalu.

Kegiatan terakhir JK sebagai wakil presiden, Jumat, dimulai dengan menghadiri acara Pengantar Purna Tugas Wakil Presiden oleh Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, di Auditorium PTIK, Jakarta, pada pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya, setelah dari Kantor Kementerian Luar Negeri di Pejambon, JK akan menjalankan salat Jumat bersama jajaran pegawai Sekretariat Wakil Presiden di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Setelah itu, JK menghadiri silaturahmi Jokowi (presiden terpilih 2019-2024), KH Ma’ruf Amin (wakil presiden terpilih 2019-2024), dan para menteri Kabinet Kerja di Istana Negara pukul 13.30 WIB.

JK mengaku akan menghabiskan waktu bermain dengan sang cucu usai melepas jabatannya sebagai Wapres. Kendati begitu, ia juga akan fokus pada urusan sosial, agama dan pendidikan.

“Biasa saja, urusan sosial, urusan pendidikan, agama, dan menikmati (main) dengan cucu,” ucap JK usai acara perpisahan bersama Presiden Jokowi dan Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai sosok Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah teman bertukar pikiran yang baik selama 5 tahun terakhir bekerja bersama.

“Beliau ini, Pak JK punya pengalaman di segala bidang. Beliau pernah jadi pengusaha, pernah jadi Ketua Golkar, di politik, pernah jadi menteri, menko (menteri koordinator), wapres, semuanya pengalaman beliau pernah memiliki,” kata Presiden Jokowi, di Istana Negara Jakarta, Jumat.

Presiden menyampaikan hal tersebut pada acara “Silaturahmi Presiden Republik Indonesia dengan Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Menteri Kabinet Kerja”. Acara tersebut dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Jokowi, Ibu Mufidah Kalla, para menteri Kabinet Kerja 2014-2019, mantan menteri hingga staf dan mantan staf khusus presiden.

“Oleh sebab itu, entah pagi, subuh, tengah malam, kita selalu, baik lewat telepon atau bertemu muka, itu yang sangat baik bagi saya dalam bertukar pikiran untuk memutuskan setiap hal yang sangat penting bagi negara ini,” ujar Presiden pula.

Menurut Presiden, selama bekerja dalam 5 tahun, kerja Kabinet Kerja pun berdasarkan target yang jelas.

“Saya kira kita bekerja dengan target ya, bekerja dibatasi waktu, kalau kita targetkan dan selesai itu yang kita inginkan tapi yang kita targetkan belum selesai menurut saya perlu dikoreksi, perlu dievaluasi hambatan ada di mana, problem ada dimana, saya kira itu yang akan kita perbaiki ke depan,” kata Presiden.

Bila pada periode pemerintahan 2014-2019, Presiden Jokowi beserta jajaran kabinet fokus pada pembangunan infrastruktur, maka pada 2019-2024 pemerintahannya akan fokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Tetapi memang setiap masa itu tantangannya berbeda, sehingga juga memerlukan kepemimpinan di setiap kementerian yang mungkin juga bisa berbeda. Seperti 5 tahun ke depan kita ingin fokus ke pengembangan SDM ya semua kementerian mesti arahnya akan ke sana,” ujar Presiden lagi.

Silaturahmi tersebut dimulai dengan Shalat Jumat bersama, foto bersama, dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Seluruh menteri Kabinet Kerja yang masih bertugas hadir dalam acara silaturahmi tersebut, kecuali Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto yang masih menjalani perawatan.

Sedangkan mantan menteri yang hadir adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

Kelompok musik Elek Yo Band yang beranggotakan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Koordinator Staf Presiden Teten Masduki juga tampil dalam silaturahmi tersebut.

Sebelum manggung, Sri Mulyani juga meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan selama menjabat Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Wapres Jusuf Kalla.

“Dan kami mohon maaf Bapak mungkin suka nakal, suka ndablek, suka gak ngerti, suka terlambat. Pasti kan sebagai manusia biasa mohon maaf kalau kami belum bisa memuaskan. Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Wapres atas kepercayaannya,” kata Sri Mulyani. Mereka membawakan lagu “My Way” yang dipopulerkan Frank Sinatra dan Suket Teki, lagu milik Didi Kempot. (antara)

-