Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rachmat Gobel Gagas Sister City, Gorontalo – Prefektur Shiga  

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Senayan , pada Sabtu, 14 Desember 2019 | 06:05 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO –  Kerja sama Gorontalo – Jepang terbuka lebar, selain untuk sektor pendidikan, budaya dan pertanian, kerja sama juga terkait pengembangan dan pengelolaan pariwisata, terutama di kawasan danau.

Hal itu yang kini digagas Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel. Politisi NasDem asal Gorontalo ini, menemui langsung pimpinan parlemen Jepang  dan Gubernur Perfektur Shiga, Jepang, Taizo Mikazuki, untuk membicarakan kerja sama dua daerah dari negara berbeda yakni Provinsi Gorontalo dan Perfectur Shiga.

Kerja sama itu, bahkan dalam bentuk sister city, terutama untuk bidang pengelolaan danau dan pariwisata. Perfectur Shiga merupakan wilayah yang memiliki danau paling luas di Jepang, yakni danau Bhiwa dengan luas 670,4 km² dan kedalaman mencapai 104 m (341 ft). Di lingkungan internasional, Shiga dikenal telah berhasil revitalisasi Danau Bhiwa, yang tidak hanya sukses menjadi obyek wisata tapi juga menjadi sumber air minum dan pertanian.

Rachmat mendorong kerja sama Perfektur Shiga dengan Provinsi Gorontalo, untuk melakukan revitalisasi Danau Limboto. Danau ini mempunyai peran strategis untuk wilayah Gorontalo, namun kini tengah mengalami krisis. Danau Limboto bahkan menjadi satu dari 15 danau di Indonesia yang mendapat perhatian khusus, karena terancam punah, disebabkan pendangkalan. Luas danau limboto awalnya 8.000 ha kini menyusut menjadi 3.000 ha. Kedalaman yang semula mencapai 12 meter, kini tinggal 3 meter.

BACA  Blank Spot, Guru di Gorontalo Terpaksa Menyeberangi Sungai

“Oleh karena itu perlu pengerukan untuk menyelamatkan danau ini agar bisa kembali berpotensi sebagai daya tarik pariwisata Gorontalo,” kata Rachmat, dikutip antara.

Tim ahli (TA) wakil ketua DPR,  Rustam Akili, kepada Gorontalo Post, Kamis (12/12)  mengatakan, rencana Rachmat Gobel menggagas kerjasama dengan Perfectur  Shiga, merupakan komitmennya dalam rangka membangun tanah leluhur, Gorontalo.

“Sejak awal pak RG (Rachmat Gobel), sangat konsisten membangun Gorontalo. Makanya digagas sister city ini, di Shiga itu ada danau biwa, indah sekali. Danau ini bukan saja dijadikan sebagai destinasi wisata, tapi juga sebagai aset (daerah),”ujar Rustam Akili.

Dalam kesempatan itu, Rachmat Gobel memaparkan tentang kondisi danau Limboto, ia menginginkan cara penanganan danau biwa, bisa diterapkan di danau Limboto. “Cara penanganannya ingin diadopsi dari pemerintah Jepang, yang berhasil merawat dan mengembangkan danau biwa,”ujar Rustam Akili.

BACA  ASN di Bone Bolango Wajib Pakai Face Shield

Keseriusan itu, dibuktikan dengan ajakan langsung tim ahli dari Jepang, untuk berkunjung dan melihat langsung kondisi danau Limboto. “Pak RG sangat peduli dengan danau Limboto, ia menilai ini aset, yang harus terus dipertahankan,”kata Rustam Akili.

Sementara, dalam lawatan ke Jepang, 7-16 Desember itu, – Wakil Ketua DPR-RI yang membidangi koordinasi industri dan pembangunan, Rachmat Gobel kembali mengajak Keidanren atau organisasi dunia usaha Jepang untuk terus ikut berkontribusi dalam memanfaatkan peluang kerja sama investasi yang semakin terbuka di Indonesia.

“Indonesia tengah melakukan restorasi ekonomi dalam upaya mendorong transformasi dari negara berpenghasilan menengah (middle income) menuju negara berpenghasilan tinggi (high income) melalui visi Indonesia Emas 2045,” kata Rachmat Gobel dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Rachmat didampingi sejumlah Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh, Maluku Utara, Papua dan Gorontalo, termasuk sejumlah tokoh asal Gorontalo, yakni Bupati Bone Bolango Hamim Pou, mantan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, mantan Bupati Gorontalo David Bobihoe, wakil ketua DPRD Provinsi Gorontalo Sofyan Puhi dan sejumlah delegasi asal Gorontalo, berkunjung ke Jepang, mereka mempelajari kemajuan ekonomi dan pariwisata di negeri Sakura itu khususnya dalam melestarikan lingkungan hidup, pertanian dan usaha menengah dan kecil (UKM).

BACA  Sungai Bone Meluap, Sejumlah Rumah di Suwawa Timur Hanyut

Saat diterima Wakil Ketua Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren), Ken Kobayashi, Rachmat menyampaikan bahwa transformasi di Indonesia membuka berbagai peluang usaha dan investasi dalam jumlah besar, yang merupakan prospek kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

“Sejak Indonesia membuka peluang investasi melalui UU PMA pada 1968, Jepang adalah negara pertama yang merespon positif dengan mendirikan berbagai perusahaan patungan dengan Indonesia. Salah satu milestone pembangunan sektor industri manufaktur di Indonesia dimulai dengan industri otomotif, elektronika dan tekstil,” ujarnya.

Kerja sama ini terus berlangsung selama ini telah berkontribusi sangat signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dunia usaha Jepang yang selama ini telah menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi ini telah banyak memberi dampak positif dalam menggerakkan dan memajukan perekonomian Indonesia. (gp/hg)


Komentar