Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rahasia Performa Apik juve Adalah Trust dan Respek

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Sportivo , pada Kamis, 4 Mei 2017 | 08:44 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Performa Juventus di Liga Champions musim ini memang impresif. Tidak hanya tak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan, Juve juga menuai apresiasi karena baru dua gol yang menghunjam gawangnya. Trio MSN (Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar) sudah merasakan sulitnya membobol gawang Gianluigi Buffon

Di Serie A, hingga giornata ke-34, Juve juga kebobolan paling sedikit (22 gol). Nyonya Tua –julukan Juve– pun menjadi salah satu di antara tiga tim dengan pertahanan terbaik di liga elite Eropa. Bersanding dengan Tottenham Hotspur (Premier League) dan hanya kalah oleh Bayern Muenchen yang baru saja mengunci gelar Bundesliga (17 gol).

Solidnya pertahanan Juve mengundang pertanyaan karena usia para pemain di lini pertahanan yang tidak muda lagi. Buffon sudah berusia 39 tahun, Giorgio Chiellini 32 tahun, Andrea Barzagli 35 tahun, dan Leonardo Bonucci 30 tahun. Dani Alves juga 33 tahun.

Lalu, apa kunci suksesnya? Buffon menjelaskan, kukuhnya benteng Juve tidak terlepas dari kemampuan para pemain untuk menjaga kondisi fisik tetap prima. Keseimbangan yang terjalin dari sebelas pemain di lapangan tak kalah penting.

Menurut Buffon, tim yang bagus dibangun berdasar trust di sektor belakang, tengah, hingga depan. ”Kami semua bertahan jika harus bertahan dan menyerang saat ada kesempatan,” ucap Buffon dalam wawancaranya dengan situs resmi UEFA.

Kiper yang mengabdi di Juve sejak 2001 itu melanjutkan, trust yang dibangun dalam tim tercipta karena adanya respek antara satu individu dan yang lain. Respek tersebut terjalin karena intensitas pertemuan mereka yang cukup lama. Selain Buffon sudah 16 musim berkostum Nyonya Tua, Chiellini sudah 12 musim serta Claudio Marchisio dan Paolo De Ceglie 11 musim membela Juve.

Nah, karena sama-sama memiliki respek, para pemain pun tidak marah jika menjadi candaan. Gigi –panggilan akrab Buffon– lalu mencontohkan guyonannya kepada Barzagli saat kelelahan di ruang ganti pasca berlatih. ”Aku bilang kepadanya, ’Barza, kau sudah selesai. Waktunya pensiun, kawan,’” katanya. ”Aku mengatakan itu untuk mencairkan suasana. Namun, tidak akan bisa kalau tidak ada respek satu sama lain,” lanjut portiere yang berniat gantung sepatu setelah Piala Dunia 2018 tersebut. (apu/c11/dns)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar