Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Raja Salman ‘Tenggelamkan’ Investasi Tiongkok di Indonesia

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Senin, 27 Februari 2017 | 10:39 WITA Tag: , , ,
  


JAKARTA Hargo.co.id – Rombongan pertama Kerajaan Arab Saudi dijadwalkan tiba besok (28/2) di Indonesia. Ada tiga pesawat yang diagendakan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kabarnya, ada rombongan pangeran Saudi yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud diagendakan mendarat di Indonesia pada penerbangan kedua, yakni 1 Maret 2017. Selain membawa rombongan besar karena mencapai 1500 orang, Raja penghafal Alquran ini juga dikabarkan membawa investasi yang cukup besar untuk Indonesia. Investasi dalam pembangunan infrastruktur itu diharapkan mencapai US$ 25 Miliar atau setara Rp 332,5 Triliun.

“Dalam kunjungan ini, nanti akan ditandatangani investasi Arab Saudi di Indonesia, Aramco di Cilacap senilai USD 6 miliar. Kemudian juga akan ada proyek lain yang akan ditandatangani kurang-lebih USD 1 miliar dan proyek-proyek lainnya.

Tadi Bapak Presiden mengharapkan investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai USD 25 miliar,” jelas Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

BACA  Saling Kejar, Kursi-Kursi Berantakan, Kongres XXXI HMI Rusuh

Jumlah investasi yang fantastik itu bakal mengenggelamkan jumlah investasi Tiongkok/Cina yang ‘hanya’ mencapai US$ 1,6 Miliar. Sebelumnya, Tiongkok merupakan negara dengan jumlah investasi paling besar di Indonesia.

Niat berinvestasi besar-besaran pernah disampaikan oleh anak Raja Salman, Wakil Putra Mahkota, Wakil Kedua Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Dahua Boutique Hangzhou, Republik Rakyat Tiongkok, tahun lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ada dua topik yang dibicarakan antara Presiden Jokowi dengan Pangeran Mohammed Bin Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud itu, yaitu kerja sama dalam bidang ekonomi dan masalah haji.

BACA  Pemerintah Resmi Tetapkan Mudik Lebaran 2021 Ditiadakan

Mengenai masalah kerja sama ekonomi, Menlu menjelaskan, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Pangeran Mohammed bin Salman. Pertama, Saudi Arabia ingin sekali melakukan investasi secara besar-besaran di Indonesia. Istilah yang disampaikan Pangeran Mohammed adalah mega investment.

Menurut Menlu, mega investment ini ada beberapa bidang yang diharapkan dapat dikerjasamakan oleh Saudi dengan Indonesia. Yang pertama adalah di bidang pengilangan minyak (refinery); yang kedua adalah di bidang pembangunan rumah murah (low cost housing) untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah; dan yang ketiga adalah investasi di bidang pariwisata (tourism).

Mengenai masalah haji, Menlu Retno mengatakan, Indonesia memahami keterbatasan dalam hal jumlah kuota. Indonesia ingin menanyakan apakah memungkinkan memakai kuota-kuota yang tidak dipakai negara lain. Selain itu, pihak Kerajaan Arab Saudi akan melakukan pembangunan Museum Istiqlal yang akan didirikan di kawasan Masjid Istiqlal.

BACA  Ingin Tahu Jumlah Saham Pemprov Gorontalo di BSG? Baca di Sini

“Pihak Kedubes Arab Saudi mengusulkan agar Istiqlal dibangun museum. Sebenarnya pemerintah Arab Saudi yang ingin Istiqlal dibangun museum. Seperti museum Islam peradaban di Arab,” ujar Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam.

Ditemui terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, ada lima memorandum of understanding (MOU) yang diagendakan untuk ditandatangani kedua kepala negara. Dua di antaranya disiapkan langsung oleh pihaknya.

Dua MOU tersebut menyangkut kesepakatan peningkatan kerja sama yang lebih baik pada penyelenggaraan ibadah haji dan umrah serta pendidikan keagamaan. ”Ada beberapa klausul nanti. Soal upaya kerja sama perhajian dan umrah. Lalu kerja sama kedua negara yang dititikberatkan pada pendidikan keagamaan. Termasuk di dalamnya pengelolaan zakat dan wakaf,” paparnya.

Laman: 1 2 3


Komentar