Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rakit Dihantam Air Bah, Warga Randangan Hilang

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 23 Mei 2022 | 18:05
  Tim SAR saat melakukan pencarian. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gara-gara rakit yang dimiliki diterjang air bah, Sugianto (40), warga randangan dinyatakan hilang. Itu berlangsung pada Sabtu (21/5/2022) dan hingga saat ini belum ditemukan. 

Informasi yang berhasil dihimpun, Sugianto yang merupakan warga Desa Sari Murni, Kecamatan Randangan, Pohuwato pergi berburu babi hutan bersama tiga orang rekannya.  Pagi itu, Sugianto mengawali perburuannya dengan menyusuri sungai menggunakan rakit hingga mencapai lokasi air terjun di Desa Lembah Permai, Kecamatan Wanggarasi. 

Keberadaan Sugianto pun tak lagi diketahui rekan-rekannya setelah air bah datang menerjang sungai. Kuat dugaan, Sugianto terjatuh saat air bah menghantam rakitnya di sekitar air terjun yang jauh dari pemukiman warga itu. Dugaan warga pun kian menguat saat warga menemukan rakit korban beserta hasil buruannya di bawah jembatan tanpa ada sosok Sugianto. 

Setelah seharian berupaya melakukan pencarian korban, baru pada Ahad (22/05/2022), warga melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan meminta bantuan SAR Gorontalo. 

Komandan Pos SAR Marisa, Alfrits M Rottie saat dikonfirmasi menyampaikan, saat ini tim SAR gabungan yang dibantu masyarakat dan aparat desa, tengah melakukan pencarian korban dengan melakukan penyisiran di sekitar sungai yang diduga warga menjadi lokasi jatuhnya Sugianto. Setelah melakukan penyisiran manual, jelas Alfrits. Tim baru berhasil menemukan tas beserta sejumlah perlengkapan korban di pinggiran sungai. 

“Menurut informasi masyarakat, diperkirakan bapak Sugianto jatuh di sekitar air terjun satu, dan itu jauh. Sekitar 3 jam perjalanan dari pemukiman warga. Jadi terus kita lakukan penyisiran. Tim baru berhasil menemukan peralatan yang dibawa korban hilang ini di sekitar sungai. Ada tas dan perlengkapan lain. Sebelum itu  masyarakat temukan rakit milik korban dengan hasil buruannya,” jelasnya. 

Untuk saat ini, kata dia, tim mengalami kesulitan untuk melakukan pencarian korban karena kondisi air sungai yang cukup deras, ditambah dengan banyaknya pohon tumbang yang terbawa arus sehingga cukup membahayakan tim SAR yang sedang melakukan pencarian. 

“Juga yang menyulitkan tim yakni lebar sungai yang mencapai 60 sampai 100 meter dengan kedalaman bisa sampai 3, 4 meter. Untuk operasi SAR sendiri kita mulai dari pukul 07.00 Wita sampai 17.00 Wita. Malam hari kita hentikan sementara tapi tetap dalam pantauan,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Ryan Lagili

(Visited 764 times, 1 visits today)

Komentar