Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ramadan, Buah Naga Laris Manis

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 7 Juni 2016 | 14:33 WITA Tag:
  


Hargo.co.id GORONTALO – Sudah hampir setahun belakangan ini buah naga menjadi salah satu buah yang laris di Gorontalo, tak terkecuali pada bulan Ramadan kali ini. Ya, sudah hampir sebulan ini, permintaan buah naga naik dua kali lipat.

Saat ini, tanaman buah naga tengah dikembangkan di wilayah Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Sebelumnya, para petani buah naga merupakan eks petani jagung.

Namun karena musim kekeringan yang terjadi 2015 lalu, banyak petani jagung yang ada di wilayah Kecamatan Randangan beralih menanam buah naga. Kini, hasil panen buah naga sudah kerap kali menghiasi pasar buah baik yang ada di Kota maupun Kabupaten Gorontalo.

BACA  Digelar Virtual, RAT KPRI Wiyowa Dibuka Wagub Idris Rahim

Nurhayati, salah seorang petani buah naga yang berdomisili di Desa Banuroja, Randangan, Pohuwato mengungkapkan, permintaan buah naga terus meningkat sejak sebulan sebelum Ramadan. Bahkan, tiga hari sebelum Ramadan permintaan buah naga terus bertambah seiring permintaan dari wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Saya tidak bisa kalkulasi berapa persisnya. Tapi, sudah sebulan ini permintaan naik dua kali lipat. Ada juga tetangga di desa saya, hasil panennya sudah habis. Jadi, dia masih menunggu hasil panen berikutnya,” kata Nurhayati.

BACA  Pemprov Targetkan Pembangunan Secaba TNI-AD Dimulai Maret

Bahkan, menurut dia, meski ada peningkatan permintaan akan tetapi terjadi penurunan harga. “Kalau sekitar dua bulan lalu, harganya Rp 20 Ribu per kilogram (Kg).

Sekarang tinggal Rp 15 Ribu per Kg. Itu karena stoknya banyak, sudah banyak juga orang yang menanam buah naga,” jelas Nurhayati yang memiliki lebih dari 1 hektar tanaman buah naga.

Ela Potabuga, salah satu penikmat buah naga mengatakan, buah naga yang dibelinya kerap kali dibikin jus dan atau buah segar.

BACA  Sukses Pimpin Pohuwato II Periode, Gubernur Puji Syarif Mbuinga

“Ini buah naga, kalau cuma dimakan biasa rasanya agak aneh, agak asem-asem. Tapi kalau sudah dibikin buah segar atau jus, rasanya enak sekali. Ada bulir-bulir kecil,” kata Ela.

Cara membuatnya pun cukup sederhana. Diantaranya, setelah dibelah, parut isi buah naga dengan menggunakan sendok kemudian diblender dan dicampur dengan susu, gula, kolang kaling, es batu atau apa saja sesuai dengan selera. “Buah naga ini kaya sekali vitamin dan serat, cocok sekali untuk menu buka puasa,” pungkasnya.(axl/hargo)


Komentar