Selasa, 18 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ranperda Pendidikan Masuk Tahap Pemaparan

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Selasa, 30 November 2021 | 02:05 AM Tag: ,
  Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Aryati Polapa

Hargo.co.id, GORONTALO – Pansus 2 DPRD Gorontalo Utara (Gorut) saat ini terus melakukan proses pembahasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pendidikan. Saat ini sudah sampai pada tahapan pemaparan terhadap hasil penyusunan Ranperda tersebut.

Menurut Ketua Pansus 2, DPRD Gorontalo Utara, Aryati Polapa saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/11/2021), mengatakan bahwa pihaknya sudah pada tahapan pemaparan.

“Kita sekarang ini pada tahapan pemaparan dan penjelasan atas Ranperda yang telah kita kerjakan tersebut,” ungkapnya.

Hanya saja agenda pemaparan yang dilaksanakan tersebut harus dipending atau skors setelah pemaparan yang dilakukan sebanyak 40 pasal oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Gorontalo Utara.

“Untuk totalnya kurang lebih ada 100 pasal, dan itu semua diagendakan untuk dipaparkan satu persatu,” kata Aryati Polapa.

Saking banyaknya pasal demi pasal yang dipaparkan tersebut, tentu menguras tenaga dan pikiran baik dari anggota pansus maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Sehingga kita sepakat untuk menunda pemaparan tersebut, dan nanti akan dilanjutkan lagi pada besok hari (hari ini, red),” tegasnya.

Pemaparan pasal demi pasal tersebut merupakan bagian dari prosedur yang harus ditempuh dan dilakukan sebelum sampai pada tahapan selanjutnya atau tahapan lanjutan.

“Karena setelah pemaparan ini, hasilnya akan disampaikan ke pemerintah provinsi untuk dimintai persetujuannya, dan ketika ini telah berproses dan dikembalikan lagi ke daerah, selanjutnya tinggal tahapan pengesahannya melalui rapat paripurna,” ujar Aryati Polapa.

Dirinya menjelaskan bahwa proses pembahasan Ranperda yang dilakukan oleh pihaknya memang cukup memakan waktu serta menguras tenaga dan juga pikiran, karena tentunya apa yang akan diperdakan tersebut tentu merupakan hal yang penting, sehingga perlu untuk diatur dalam sebuah regulasi.

“Untuk itu, ketika ini selesai dan menjadi sebuah aturan, maka diharapkan untuk dapat mengimplementasikannya dengan maksimal saat diterapkan,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 12 times, 1 visits today)

Komentar