Rabu, 23 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ranperda Pengelolaan Pasar Perhatikan Kearifan Lokal

Oleh Deice Pomalingo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo Legislatif , pada Minggu, 16 Februari 2020 | 19:05 WITA Tag:
  Komisi ll DPRD Kabgor bersama tim penyusunan naskah akademik saat membahas Ranperda Pengelolaan Pasar belum lama ini. (Foto Deice/Hargo)


Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu yang menjadi catatan pada pembahasan Ranperda Pengelolaan Pasar yakni memperhatikan kearifan lokal. Bahkan Ranperda tersebut kini tengah digenjot dan ditarget tuntas selama dua pekan.

Menurut Ketua Komisi ll, DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor), Ali Polapa, setelah sempat dipending, pembahasan Ranperda Pengelolaan Pasar mulai dibahas. Pembahasan ini langsung dilakukan secara bersama oleh anggota Komisi II, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk tim penyusun naskah akademik dan juga dari Kementrian Hukum dan Ham.

BACA  Aleg Minta Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di Telaga Cs 

“Alhamdulillah kali ini sudah lengkap dan yang paling menarik adalah memperhatikan kearifan lokal. Maklum, sudah banyak perdebatan tentang pengaturan toko swalayan, pusat perbelanjaan dan pasar tradisional,” ungkap Ali Polapa.

Intinya menurut Ali Polapa, roh dari Ranperda ini adalah membangun semua komitmen terkait perlindungan bagi penyelenggara pasar tradisional.

“Jadi ada keseimbangan antara pasar tradisional dan modern serta ada kearifan lokal didalamnya,” tambah Ali Polapa.

Diakui oleh Ali Polapa, saat pembahasan sempat terjadi perdebatan panjang dalam penentuan jarak antara toko swalayan dengan pasar tradisional. Akhirnya disepakati  terkait jarak sudah diperhitungkan dengan kondisi yang ada, karena pada intinya di Kabupaten Gorontalo masih perlu kehadiran toko swalayan maupun pusat perbelanjaan.

BACA  Paslon Ditantang Buat Komitmen Taat Protokol Kesehatan

Lanjut katanya, pembahasan ranperda pengelolaan pasar ini merupakan awal dan ke depan untuk melahirkan Perda tentang Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Pada intinya pasar-pasar yang ada di Kabupaten Gorontalo disepakati ingin mengaturnya lewat PD Pasar.

“Jadi sudah dalam bentuk PD Pasar yang khusus membidangi pasar, sehingga pengelolaan pasar terpusat dan tidak lagi secara umum menjadi cantolan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan tetapi pengaturannya di Dinas Pasar,” jelasnya.

BACA  Temui Korban Banjir di Bone Pesisir, Merlan Uloli Bagi-bagi Bantuan

Dirinya lantas berharap pembahasan yang digenjot semaksimal mungkin ini bisa selesai selang waktu dua pekan ke depan. Makanya, Komisi II berharap, Ranperda ini segera difasilitasi oleh tim penyusun dan Kabag Hukum untuk disempurnakan lagi.

“Tujuannya agar penyempurnaan Ranperda ini semakin bagus, sehingga segera diusulkan ke pimpinan DPRD untuk segera diparipurnakan dan disahkan menjadi Perda,” kunci Ali Polapa. (wie/adv/hg)


Komentar