Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rapat Bersama Presiden, Rusli Diminta Siapkan Infrastruktur Penunjang Industri

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 7 Juni 2017 | 12:45 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian lebih terhadap Gorontalo. Betapa tidak, dari 10 proyek strategis nasional yang diusulkan, empat diantaranya diakomodir oleh Presiden Jokowi. Empat proyek tersebut masing-masing revitalisasi Danau Limboto, kelanjutan pembangunan GORR untuk segmen 3, program perluasan dan peningkatan status pengelolaan pelabuhan Anggrek, serta pembangunan rumah sakit dr. Hasri Ainun Habibie. Khusus untuk revitalisasi Danau Limboto ikut dimasukan sekaligus dengan program konservasi dan rehabilitasi wilayah hulu dan sejumlah wilayah daerah tangkapan air.

Proyek-proyek strategis ini dipaparkan langsung oleh Gubernur Rusli Habibie dalam rapat terbatas (Ratas) kabinet dengan Presiden Jokowi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin, (6/6). Hadir dalam rapat tersebut Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menkominfo Rudiantara, Menristekdikti M. Nasir, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri LHK Siti Nurbaya, Kepala BKPM Thomas Lembong.

Rapat terbatas kemarin, berlangsung sejak pukul 14.30 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Di awal rapat, Gubernur Rusli Habibie memaparkan langsung tiga mega proyek di Gorontalo yang sudah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016. Yakni pembangunan bendungan Bone Hulu, Bendungan Bulango Ulu, dan jalan penghubung Gorontalo-Manado (pelabuhan Taludaa).

BACA  Disedot Tak Ada Hasil, Genangan Air di Simpang Empat BRI Andalas Terus Disorot

Usai memaparkan kondisi proyek strategis tersebut, Rusli kemudian mengusulkan 10 proyek strategis. Meliputi Jalan Imbodu Akses Bandara Pohuwato, Jalan Gorontalo-Biluhu Barat-Bilato-Tangkobu, Jalan Akses Pariwisata Olele, Pembangunan Bendung Randangan, Pembangunan Bendung Kayu Merah, Lanjutan Pembangunan Bandara Pohuwato, Pengembangan Bandara Djalaluddin Gorontalo, Pembangunan Jalur Kereta Api, Pengembangan Pelabuhan Angrek, dan Pembangunan RS Ainun Habibie.

Kepala Bappeda Provisi Gorontalo Budiyanto Sidiki mengatakan, tiga proyek strategis nasional yang dipaparkan oleh Gubernur Rusli Habibie mendapat respon positif dari Presiden Jokowi. Karena itu, Presiden pun langsung memerintahkan para menteri untuk menindaklanjuti kendala yang dihadapi pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka penyelesaiannya. “Pak Gubernur menyampaikan langsung bahwa ketiga proyek tersebut sangat dibutuhkan Provinsi Gorontalo,” kata Budi.

Seperti diketahui, dalam pembangunan waduk, kendala yang dihadapi adalah genangan air waduk yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), penggunaan kawasan itu terkendala izin Kementerian Kehutanan. Kata Budi, yang menjadi titik tekan dari Gubernur adalah 4 proyek yakni, kelanjutan pembangunan GORR untuk segmen 3, program perluasan dan peningkatan status pengelolaan pelabuhan Anggrek, pembangunan rumah sakit dr. Hasri Ainun Habibie, serta program revitalisasi Danau Limboto konservasi rehabilitasi wilayah hulu dan daerah tangkapan air.

BACA  Jelang Malam Pergantian Tahun, Sejumlah Jalan di Gorontalo Ditutup

Menurut Budiyanto, 4 proyek menjadi skala prioritas, terutama progam konservasi dan rehabilitasi mengingat daerah Gorontalo sangat rawan bencana banjir. “Pak. Gubernur meminta program konservasi dan rehabilitasi lahan pada daerah tangkapan air dan Danau Limboto ini agar dikerjasamakan oleh Kementerian dengan TNI dan Polri. Saran itu disetujui Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Budiyanto, dari hasil rapat tersebut, Presiden merekomendasikan agar proyek-proyek strategis yang disetujuinya tersebut agar ditindaklanjuti di masing-masing Kementrian. Proyek Kelanjutan Pembangunan GORR misalnya, Presiden memerintahkan ada tindaklanjut dari Menteri PU.

Begitu pula dengan proyek RS Ainun Habibie oleh Menteri Kesehatan, proyek revitalisasi, konservasi dan rahabilitasi oleh Menteri Kehutananan dan Lingkungan Hidup, serta pelabuhan Anggrek oleh Menteri Perhubungan. “Alhamdulillah menteri-menteri terkait ini hadir, kecuali Menteri Kesehatan. Kementrian PU sendiri langsung menyampaikan bersedia menyanggupi kelanjutan pembangunan GORR serta penyelesaian pembiayaan untuk kebutuhan lahan di segmen 3,” ungkapnya.

Setelah rapat terbatas ini lanjut Budi, Gubernur Gorontalo telah mengagendakan rencana untuk melakukan road show ke kementrian-kementrian terkait. Road show ini penting sebagai tindaklanjut rapat terbatas tersebut agar proyek strategis nasional yang baru dapat segera terealisasi. “Road show tersebut akan kita gelar dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut Presiden mengapresiasi Gorontalo yang perekonomiannya mampu tumbuh dengan cepat. Pada tahun 2016 saja, angka pertumbuhan ekonomi Gorontalo mampu berada pada angka 6,52 persen, lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA  Instruksi Presiden, Gubernur Yang Pertama Divaksin

“Namun, saya ingin mengingatkan kembali bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum cukup. Karena data yang saya miliki menunjukkan persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo masih besar yaitu 17,63 persen. Masih lebih tinggi dari persentase penduduk miskin nasional,” ucap Presiden Jokowi.

Untuk mengurangi dan mengentaskan kemiskinan tersebut, Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya bersama dengan pemerintah Gorontalo untuk fokus dalam mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Sektor-sektor tersebut saat ini diketahui telah menjadi motor pertumbuhan ekonomi Gorontalo dan memberikan kontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja.

“Saya melihat Gorontolo memiliki sentra-sentra produksi komoditas unggulan di sektor pertanian mulai dari padi, jagung, kelapa, kopra, kakao, dan tebu,” Presiden menjelaskan. Presiden memandang bahwa sektor-sektor tersebut perlu diarahkan lebih lanjut menuju industri pengolahan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden meminta Gubernur Rusli Habibie untuk menyiapkan ketersediaan infrastruktur. “Infrastruktur penunjang bagi hilirisasi industri segera disiapkan,”ujar Presiden Jokowi.

Infrastruktur tersebut, seperti infrastruktur transportasi, gudang-gudang logistik yang dilengkapi dengan cold storage, dan juga sumber energi, dan penyediaan air bersih yang perlu dipercepat. “Saya harapkan ini dapat ditindaklanjuti oleh pak Gubernur. Pemerintah pusat akan siap mensupportnya,” ujar Jokowi. (and/hargo)


Komentar