Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rapat Dengar Pendapat di DPRD Boalemo Berakhir Ricuh, Simak Berita dan Videonya

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Legislatif , pada Sabtu, 29 Januari 2022 | 00:15 Tag: , , , ,
  Anggota DPRD Boalemo, Fatkurrohman saat adu mulut dengan Asisten I Setda Boalemo, Roswita Manto. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bukannya mendapat titik terang, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Jumat, (28/01/2022) di gedung DPRD Boalemo, berakhir ricuh. Rapat ini terkait dengan salah satu item anggaran Festival I Look Boalemo yang tak melalui pembahasan.

Kericuhan itu dipicu oleh perbedaan pendapat antara Anggota DPRD Fatkurrohman, dengan sejumlah eksekutif terkait anggaran I Look. Dalam pantauan Hargo.co.id, Fatkurrohman melontarkan beberapa pernyataan tegas dan pedas yang membuat Asisten I Setda Boalemo, Roswita Manto dan sejumlah Kepala OPD, tersinggung. Hingga akhirnya memilih meninggalkan gedung rakyat.

Salah satu yang dilontarkan Fatkurrohman dalam RDP, adalah sikapnya menolak kegiatan Festival I Look yang tinggal beberapa hari lagi bakal digelar Pemda Boalemo, selaku panitia lokal. Legislator itu menyoroti sumber anggaran yang digunakan untuk kegiatan Festival I Look.

“Jadi kenapa saya marah, karena ada salah satu anggaran yang tidak dibahas melalui DPRD dan Banggar, tapi tiba-tiba muncul. Ini saya anggap illegal. Itu kan pemicunya,” tegas kader PPP itu memberikan keterangan Persnya.

Sebelumnya, terungkap dalam RDP, bahwa ada anggaran hibah Pemda Boalemo yang bersumber dari APBD 2022, untuk mendukung kegiatan yang akan digelar pada Februari 2022 mendatang. Anggaran yang berjumlah Rp 150 juta itu, dilekatkan pada Dinas Pariwisata. Hal itu juga diungkap Kadis PUPR Boalemo Supandra Nur, dan Kadis Pariwisata, Yakop Yusuf Musa.

Mendengar hal itu, timbul kemarahan Anggota DPRD Fatkurrohaman, hingga beberapa kali melontarkan kalimat Pencuri. Kata-kata itu diduga ia tunjukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sebab ia menilai, bahwa penganggaran yang dilakukan untuk event I Look tersebut, tanpa melalui persetujuan bersama dengan DPRD Boalemo.

Merespon pernyataan Fatkurrohamn, sejumlah pejabat Pemda Boalemo yang hadir pada kesempatan itu, merasa tersinggung. Dari sinilah akhirnya terjadi reaksi bersitegang dan aksi saling tunjuk-menunjuk. Alhasil, rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Boalemo Lahmuddin Hambali tersebut, belum menemui kesepakatan bersama, hingga berita ini diturunkan.

Taufik Kumali, selaku Ketua Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Boalemo, buka suara menanggapi terkait RDP yang berakhir ricuh tersebut. Ditemui di kantornya, Taufik Kumali mengatakan, hal yang tidak mungkin pihaknya membuat kebijakan tanpa sepengetahuan DPRD.

Diungkapkan Taufik Kumali, total hibah yang diperuntukkan ke sejumlah Instansi Pemda Boalemo saat ini, sekitar Rp 2,9 Miliar. Adapun Rp 150 juta untuk pariwisata, dibenarkannya dan dikatakannya sudah termasuk pada total dana hibah yang ada. Dan mengenai total hibah itu sendiri lanjutnya, telah disetujui dan ditandatangani oleh Ketua DPRD, dan 2 orang wakil ketua, sebelum dilakukan evaluasi oleh Gubernur Gorontalo beberapa waktu lalu.

“Khusus untuk pariwisata itu kan rencananya akan dihibahkan untuk mendukung kegiatan I Look. Tapi anggaran itu tidak segampang itu juga dicairkan. Karena harus menempuh mekanisme atau aturan-aturan tentang hibah. Banyak syarat-syaratnya. Dan kalau misalnya tetap tidak bisa dicairkan, maka berarti kita akan geser untuk kebutuhan lain yang memenuhi persyaratan, melalui pembahasan dan persetujuan bersama,” jelas Taufik Kumali yang juga anggota TAPD Boalemo.

Terkait pelaksanaan Festival I Look sendiri lanjutnya, DPRD tidak perlu khawatir. Karena menurutnya, tak ada anggaran waw atau besar pada pelaksanaannya nanti. Mengingat, rata-rata OPD, bahkan Kecamatan dan Sekolah, memberikan kontribusinya untuk mensukseskan acaranya.

“Menurut kami memang agak susah untuk mencairkan anggaran hibah untuk kegiatan itu. Makanya diupayakan semua OPD, dapat berpartisipasi secara langsung sesuai Tupoksi masing-masing. Contoh Perindagkop, DInas ini bertanggungjawab menata UMKM yang ada di sini, dan bagaimana UMKM itu bisa maju, dengan datangnya tamu-tamu kita, bisa membantu memberdayakan para pelaku UMKM yang ada, itu contoh,”ujarnya.

Lebih lanjut kata Taufik Kumali, contoh lainnya juga adalah Dinas Pariwisata. Misalnya Dinas Pariwisata melakukan bersih-bersih di objek wisata. Baik itu pohon dan sampah yang berserakan di tempat wisata. Sebab, tempat itu, nantinya bakal didatangi oleh para tamu dari luar Daerah yang diundang Pemda Boalemo, untuk menghadiri Festival I Look.

Selain Fatkurrohman anggota DPRD lainnya yang hadiri saat RDP yakni Riko Djaini, Ibrahim Pakaya, Rachmat Dai, Selvi Olii, dan Wahyudin Moridu. (*)

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 2.160 times, 1 visits today)

Komentar