Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ratusan Pendaki Upacara di Gunung Tilongkabila

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 18 Agustus 2016 | 11:08 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Ratusan pendaki dari berbagai komunitas pendaki di Gorontalo melakukan upacara bendera HUT NKRI ke-71 di puncak Gunung Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol).

Kegiatan ini mereka lakukan sebagai bentuk perhatian mereka terhadap keisimewaan momentum HUT Kemerdekaan NKRI.

Pantauan Gorontalo Post sendiri, aktivitas pendaki yang datang ke puncak KPG sudah dimulai sejak selasa (16/8) pagi.

Sejumlah pendaki baik yang datang dari dalam maupun luar Kota Gorontalo, mulai mendaki dan membangun tenda sejak pagi hari.

BACA  Jalan di Kota Gorontalo Masih Banyak yang Berlubang

Bukit KPG sendiri merupakan rangkaian dari Gunung Tilongkabila yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Gorontalo. Menurut sejumlah pendaki Gorontalo, tinggi puncak KPG memiliki tinggi kurang lebih 800 mdpl.

Dari puncak bukit yang menjadi favorit para pendaki Gorontalo ini, mata pengunjung akan dimanja dengan pemandangan Kota Gorontalo, sebagaian Kabupaten Gorontalo, dan sebagian Kabupaten Bone Bolango.

Hal inilah yang kemudian menarik ratusan pendaki Gorontalo untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-71 dari puncak KPG. Upacara ini sendiri memang tidak direncanakan bersama oleh seluruh pendaki, melainkan ide spontanitas para pendaki yang ada di lokasi pendakian.

BACA  Benteng Ulantha, Indah dan Menarik, Meski Tak Terkait Masa Lalu

“Sekitar 300 pendaki melakukan upacara bendera sini, pesertanya dari berbagai daerah di Gorontalo, yang kesemuanya dari berbagai komunitas pendaki” ujar Dedi Imran salah seorang pendaki asal Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Dedi mengungkapkan, ia dan teman-temannya dari Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo itu, sengaja mendaki bukit KPG itu, untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia yang ke-71.

BACA  Bengkel Diminta Tak Jual dan Tak Pasang Knalpot Racing

“Kalau mengikuti upacara bendera di kantor-kantor atau lapangan sudah biasa, jadi pengen mencari suasana lain untuk merayakan kemerdekaan,” tambahnya.

Suasana upacara sendiri tetap berlangsung khidmat meski hanya dilakukan secara sederhana. Usai upacara para pendaki kemudian melakukan pembersihan di lokasi pendakian, dan kemudian pulang. (tr-45/hargo)


Komentar