Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rauf A. Hatu: Ada Lima Komponen Partisipatif Pemilu 

Oleh Admin Hargo , dalam Sekitar Anda , pada Rabu, 29 Juni 2022 | 08:05 Tag: , ,
  Dialog Publik yang digelar Bawaslu Bone Bolango di Grand-Q Hotel Kota Gorontalo. (Foto: Ardiansyah Kandoli)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rauf A. Hatu menegaskan bahwa ada lima komponen yang perlu diperhatikan terkait dengan partisipatif Pemilu. Itu dinilai dapat mendorong kesadaran pemilih serta mencegah politik pragmatis pada suatu agenda pesta demokrasi. 

Penegasan ini disampaikan Rauf A. Hatu pada Dialog Publik yang digelar Bawaslu Bone Bolango,Selasa (28/06/2022) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo. Dialog ini dibuka oleh Ketua Bawaslu Bone Bolango, Fahri Kaluku dengan mengusung tema ‘Membangun Karakter Pengawasan Partisipatif Masyarakat dalam Pemilu Serentak Tahun 2024’.

“Jika berbicara soal partisipatif Pemilu, ada lima komponen yang harus diperhatikan. Kelimanya yakni tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, kelompok LIM dan organisasi masyarakat,” kata Rauf A. Hatu. 

Lanjut katanya, kelimanya dinilai dapat mendorong kesadaran pemilih untuk dapat menggunakan hak politiknya di tempat pemungutan suara. Selain itu, kata Rauf A. Hatu, kelima komponen itu juga dapat mencegah politik pragmatis pada agenda perubahan dalam pemilihan umum.

Hadir juga pada dialog tersebut Anggota Bawaslu Bone Bolango Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal, Moh. Zain Slamet Baladraf, Kepala Sekretariat Arkan Karim dan diikuti oleh perwakilan Tokoh Agama, Ormas, Tokoh Pemuda dan perwakilan tokoh masyarakat se-Bone Bolango. Hadir juga Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Jaharudin Umar.

Pada kesempatan tersebut, Jaharudin Umar menjelaskan, arti penting dalam pengawasan masyarakat melalui pemilihan umum. Menurutnya, agar tidak terdapat setitik noda atau demokrasi tanpa noda dengan menerapkan beberapa hal yaitu soal politik transaksi nasional, netralitas birokrasi dan dalam pemilihan umum tidak boleh saling menjelekkan.

“Harapan saya kedepan, adalah membangun kesadaran kolektif agar pemimpin nasional yang lahir nanti sesuai dengan impian semua pihak,” kuncinya. (***) 

 

Penulis : Ardiansyah Kandoli dan Aliyul Azim/ Mahasiswa Magang UNG

(Visited 59 times, 1 visits today)

Komentar