Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Razia Hotel dan Café, Petugas Amankan 18 Warga

Oleh Jamal De Marshall , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 20 Agustus 2018 | 04:00 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Gorontalo Kota melakukan razia pada Ahad (19/08/201) dini hari. Walhasil, diamankan 18 orang atau sembilan pasangan bukan muhrim yang diamankan dari tiga hotel tanpa dokumen sah.

“Ini merupakan operasi rutin yang dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kota Gorontalo,” tegas Wakapolres Gorontalo Kota, Kompol Wawan Andi, usai operasi tersebut.

Sejatinya, operasi rutin serupa sering dilakukan menjelang tengah malam pada malam minggu. Sasarannya berupa minuman keras (miras), senjata tajam (sajam), prostitusi, Narkoba dan hal-hal lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Gorontalo.

BACA  Mubes dan Reuni IKA SMA 3 Gorontalo Dibubarkan

Kali ini, operasi pun dimulai pukul 22.30 Wita. Sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kota Gorontalo pun menjadi target polisi, termasuk sejumlah penginapan dan hotel melati yang diduga sering menerima tamu lawan jenis tanpa dokumen kependudukan yang sah. Alhasil, hampir tiga jam melakukan operasi, polisi mengamankan sedikitnya sembilan pasangan tanpa ikatan suami isteri. Mereka diamankan saat berdua-duaan di dalam kamar hotel.

Dari sembilan pasangan alias 18 orang tersebut dari berlatar belakang berbeda-beda. Ada yang dari oknum mahasiswi, kalangan wiraswasta hingga seorang perempuan yang berstatus honorer daerah pun terjaring dalam operasi ini. Sekitar pukul 01.00 Wita, mereka tiba di Polres Gorontalo Kota untuk didata dan diambil surat pernyataannya.

BACA  Dipuji Bersuara Merdu, Malah Tikam Teman Sendiri 

“Ini berkat informasi dari masyarakat, kami berhasil mengamankan beberapa orang termasuk sembilan pasangan yang tidak memiliki identitas atau bukan pasangan suami istri yang berada dalam satu kamar hotel. Mereka yang kami amankan ini, telah diambil identitas dan juga keterangan. Selanjutnya, mereka pula dibuatkan surat pernyataan untuk tidak melakukan perbuatannya lagi,” ungkap Kompol Wawan Andi.

Alumnus Akpol 2005 ini menambahkan, pihaknya pula sebelumnya telah melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Kecamatan Kota Utara dan Kecamatan Sipatana. Dua lokasi tersebut diduga seringkali terjadi tindakan premanisme atau penganiayaan terhadap masyarakat.

BACA  Akses Menuju SDN 12 Tabongo Butuh Perhatian 

“Beberapa waktu lalu, sempat terjadi kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam di Terminal 42 Andalas. Oleh karena itu, atas perintah pak Kapolda dan juga pak Kapolres Gorontalo Kota, kami intens melakukan patroli dan juga razia guna menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami pula berharap agar masyarakat bisa ikut serta membantu dalam hal menciptakan wilayah Kota Gorontalo yang aman dan kondusif. Ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, kiranya bisa segera diinformasikan kepada kami, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (kif/gp/hg)


Komentar