Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rebana – Polopalo, Iringi Hulondhalo Lipuu dan Kokoro No Tomo di Negeri Sakura

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 9 April 2018 | 14:01 WITA Tag: , , ,
  


Hulondhalo Lipuu menggema di negeri sakura, Jepang. Lagu daerah Gorontalo ini ditampilkan pada Matsuyama Spring Festival, oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Tilongkabila, Bone Bolango, ahad (8/4). Festival ini dihadiri banyak budayawan Jepang dan wisatawan dari berbagai negara.

Lima siswa SMP Negeri 1 Tilongkabila masing-masing Moh.Ikbal Djafar , Wahyu Ladiku , Mastin Taib, Nabila Nur Indah Dunggio, dan Megista Patuti begitu terampil memainkan alat musik tradisional khas Gorontalo di hadapan ratusan warga Jepang, yang menghadiri Matsuyama Spring Festival.

Festival ini rutin digelar setiap pekan pertama bulan april atau saat bunga sakura berkemaran penuh di Distrik Shiroyama Park Horinouchi, Jepang. Kendati tampil di luar negeri, mereka tak canggung apalagi demam panggung. Penampilan siswa-siswi terpilih bahkan membuat para yang hadir terpukau.

BACA  Atasi Covid-19, Gubernur: Upaya Pemerintah Sia-sia, Jika Masyarakat Bandel

Apalagi saat kelimanya begitu cekatan dan terampil memainkan alat musik bambu khas Gorontalo, seperti polopalo, bonggo, towohu dan rebana marwasi untuk mengiringi lagu Hulondhalo Li Puu. Lagu Jepang, seperti Anata Kokoro No Tomo, juga ikut bawakan dengan iringin polopalo, bonggo, towohu hingga rebana.

BACA JUGA : Rumah dengan Cicilan 800 Ribuan per Bulan di Dalam Kota

Penampilan sekira 15 menit pada pukul 14.00 waktu Jepang itu, menuai pujian warga Jepang, termasuk budayawan negara itu. Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di Jepang yang turut menyaksikan Matsuyama Spring Festival ikut memberikan apresiasi, karena budaya asli Indonesia seperti alat musik tradisional di tampilan di Jepang.

BACA  Jaga Imun Tubuh, Gubernur Gorontalo Pilih Olahraga Offroad

Sebelumnya kelopok musik tradisonal SMP Negeri 1 Tilongkabila ini memang pernah tiga kali menjuarai anjang festival musik tradisonal di tingkat nasional, seperti yang diselenggarakan di Palembang, Manado dan terakhir di Surabaya pada tahun 2017. Prestasi yang dicapai itu, membuat mereka diutus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadi duta Indonesia tampil pada Matsuyama Spring Festival.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango (bonebol) Marni Nisabu saat dihubungi melalui sambungan telepon kepada Gorontalo Post mengatakan, penampilan siswa SMP Negeri 1 Kabila di negeri Sakura itu tidak saja membanggakan Bone Bolango dan Gorontalo, tapi juga Indonesia.

BACA  Gara-gara Pandemi Covid-19, UMP Gorontalo Berpotensi Turun

“Suatu kehormatan untuk kita bangsa Indonesia. Kami bangga atas prestasi yang diraih anak-anak hingga mampu tampil di skala internasional seperti ini,”imbuhnya. Bupati Bone Bolango Hamim Pou turut menyaksikan penampilan siswa-siswi SMP Negeri 1 Tilongkabila pada kegiatan muhibah budaya di negari sakura itu.

Menurut Bupati, dengan penampilan siswa-siswi asal Bone Bolango di Jepang, dengan sendirinya telah mempromosikan Gorontalo khususnya Bone Bolango ke masyarakat Jepang, apalagi Matsuyama Spring Festival merupakan festival tahunan yang ramai dikunjungi warga jepang maupun wisatawan dari berbagai negara. (tr-54/hg)


Komentar