Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Registrasi Kartu Prabayar, Grapari Telkomsel Diserbu Warga

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 1 Maret 2018 | 09:54 Tag: ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Ada pemandangan berbeda di Kantor Telkomsel Gorontalo, kemarin, Rabu (28/2). Ratusan warga Gorontalo memadati kantor Grapari Telkomsel Gorontalo untuk melakukan registrasi ulang kartu prabayar miliknya di gerai khusus yang telah disediakan. Kemarin adalah hari terakhir pelaksanaan registrasi kartu untuk seluruh pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia.

Pantauan Gorontalo Post, sejak pagi ratusan warga ini mendatangi kantor Telkomsel untuk meregistrasi ulang kartu prabayar mereka yang tidak bisa diregistrasi. Banyaknya warga yang datang mengantri untuk meregistrasi kartu prabayar membuat seisi ruangan di dalam kantor maupun luar kantor Telkomsel terlihat sesak. Ditemui Gorontalo Post, Yusuf Konoli salah seorang pelanggan Telkomsel mengaku terpaksa datang ke kantor Telkomsel.

Pasalnya dia telah berulang kali mencoba registrasi kartu prabayar miliknya namun tidak pernah berhasil. “Sudah beberapa kali saya coba registrasi ulang tapi tidak bisa. Makanya saya datang kesini. Apalagi hari ini saya dengar merupakan hari terakhir,” terangnya.

Selain yusuf sendiri banyak warga mengaku terpaksa mendatangi Kantor Telkomsel karena tidak ingin kartu SIM yang mereka gunakan selama ini diblokir. “Kartu ini sudah saya pakai 10 tahun, jadi saya tidak ingin diblokir. Makanya saya datang kesini,” ujar Rizal Bano salah seorang warga yang juga ikut antri.

Sementara itu, terpisah, Branch Manager Telkomsel Gorontalo, Anton Mahendra mengatakan, dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kunjungan pelanggan ke kantor Telkomsel untuk meregistrasi ulang kartu SIM mereka.

“Banyak warga yang datang dalam beberapa hari terakhir untuk meregistrasi kartu terutama dalam satu minggu terakhir ini,” ujarnya.

Bahkan, menurut Anton, tiga hari belakangan ini pengunjung semakin membludak. Para peanggan yang datang sendiri menurut Anton mengeluhkan sejumlah kendala saat registrasi.

Diantaranya, banyak warga yang mengaku gagal meregistrasi kartu prabayar karena data pelanggan yang dimasukkan berbeda dengan data yang berada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Kami sudah registrasi biasanya itu kalau gagal registrasi pasti karena data kependudukannya berbeda, sehingga perlu dicocokkan datanya dulu,” terangnya.

Olehnya, menurut Anton, untuk hari terakhir pelayanan ini, pihaknya terus memaksimalkan pelayanan. Termasuk degan menambah meja pelayanan dengan membangun tenda pelayanan di halaman kantor. “Pelayanan kita buka sampai malam hari,” ujarnya.

Sementara untuk warga yang berada jauh dari Kantor Grapari, pihaknya telah membuka posko khusus di Dinas-dinas terkait yang ada di Kabupaten/Kota, termasuk di empat Kabupaten di luar Gorontalo yang juga termasuk wilayah pelayanan kantor Grapari Gorontalo.

Selanjutnya menurut Anton, untuk warga yang belum sempat melakukan registrasi hingga hari terakhir, nomor handphonenya otomatis akan terblokir mulai Kamis (1/3) nanti. Namun, jika sudah terblokir pihaknya masih membuka pelayanan registrasi ulang di Kantor Telkomsel.(tr-45)

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar