Senin, 30 Januari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rehabilitasi Hutan Mangrove Sebagai Upaya Kurangi Resiko Bencana

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 7 Desember 2022 | 05:05 Tag: ,
  Seorang warga saat melakukan penanaman mangrove di Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara, Kamis (24/11/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS Bone Bolango, Agung Praptadi menjelaskan terkait pentingnya upaya penyelamatan atau rehabilitasi hutan mangrove serta manfaatnya untuk masyarakat. 

Dirinya mengatakan, mangrove berfungsi sebagai penyerap polutan, mencegah intrusi air laut, penyimpanan karbon yang tinggi dan tempatnya aneka biota laut. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami serta menyediakan hasil hutan berupa kayu dan bukan kayu.

banner 728x485

“Banyaknya korban pada kejadian bencana tsunami yang sudah beberapa kali melanda wilayah Indonesia salah satunya disebabkan oleh kerusakan hutan mangrove,” kata Agung Praptadi pada kegiatan Identifikasi Mangrove oleh KKMD Provinsi Gorontalo di Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (24/11/2022).

Dirinya mengatakan, upaya penyelamatan atau rehabilitasi tersebut perlu dilakukan secara terus-menerus serta perlu digalakkan agar kondisi hutan mangrove menjadi semakin baik dan mengurangi resiko bencana alam.

Agung Praptadi menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Bolango pada tahun 2022 telah melaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove seluas 75 hektar yang tersebar di Kabupaten Pohuwato seluas 60 hektar dan Gorontalo Utara seluas 15 hektar.

Sampai saat ini, lanjut Agung Praptadi, kegiatan penanaman tersebut telah mencapai 100 persen dan tinggal kegiatan penyulaman untuk mengganti tanaman mangrove yang mati.

Kegiatan tersebut juga sepenuhnya dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat mulai dari penyediaan bibit, penyediaan alat dan bahan, pembuatan pelindung tanaman, penanaman hingga penyulaman. 

Menurutnya, kebijakan yang telah diterbitkan Pemerintah itu tidak akan ada artinya jika tidak dilakukan aksi nyata di lapangan. Demikian pula dengan dukungan masyarakat yang sangat diperlukan untuk penyelamatan mangrove.

Dirinya berharap, rehabilitasi mangrove ini dapat memperbaiki kondisi lingkungan, khususnya ekosistem mangrove dan menambah pendapatan masyarakat melalui upah kerja yang diberikan kepada kelompok masyarakat pelaksana kegiatan.

“Beberapa upaya perlu dilakukan yaitu dengan cara percepatan pemulihan rehabilitasi mangrove oleh para pihak, penyusunan One Map One Mangrove, serta penguatan peran Kelompok Kerja Mangrove tingkat Nasional dan Daerah,” katanya menandaskan. (*) 

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar