Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rekomendasi Kesehatan Caleg Berpolemik, Mau Tahu Kenapa?Â

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Thursday, 5 July 2018 | 14:00 PM Tags: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketidakjelasan aturan mewarnai pencalonan anggota legislatif (Caleg) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Setelah mengenai pencalonan mantan terpidana korupsi, kini mencuat persoalan rekomendasi kesehatan jasmani dan rohani bagi para caleg.

Persoalan tersebut mencuat lantaran adanya perbedaan ketentuan mengenai lembaga yang berhak mengeluarkan rekomendasi kesehatan. Sebagaimana diketahui pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 20 tahun 2018, rekomendasi kesehatan jasmani dan rohani dikeluarkan oleh Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah.

Dan untuk Gorontalo, rumah sakit yang dinyatakan memenuhi syarat untuk melakukan tes kesehatan hanya ada dua. Yakni Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo dan Rumah Sakit MM Dunda Limboto. Permasalahannya, sejumlah caleg sudah terlanjur mengurus surat rekomendasi kesehatan di puskesmas serta rumah sakit di luar dua rumah sakit yang ditentukan oleh KPU.

“Ada beberapa yang sudah mengurus baik di Puskesmas serta rumah sakit (di luar RSAS dan RS Dunda Limboto). Apakah mereka harus mengurus kembali atau dokumenya sudah bisa diterima,” ungkap salah seorang pengurus partai politik (parpol) ketika berbincang dengan Hargo.co.id (Gorontalo Post). Menurutnya, bila harus dilakukan pengurusan kembali maka sesegera mungkin disampaikan ke parpol dan caleg.

“Khawatirnya hanya gara-gara bukan dikeluarkan oleh rumah sakit yang ditentukan, lantas dinyatakan tak memenuhi syarat,” ujarnya.  Sementara itu Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadliyanto Koem mengatakan, untuk tahapan pemasukan berkas Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah, hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit setempat.

Untuk wilayah Gorontalo sendiri, Fadli mengungkapkan, sesuai dengan rekomendasi langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gorontalo, dua rumah sakit, masing-masing RSAS Kota Gorontalo dan RSMM Dunda Kabupaten Gorontalo, menjadi rumah sakit yang memenuhi persyaratan permintaan hasil tes pemeriksaan kesehatan para Bacaleg.

“Sesuai dengan edaran dari KPU, rumah sakit harus memiliki standar khusus, dan rekomendasi IDI Gorontalo, hanya dua rumah sakit tersebut,” tegasnya. Namun demikian menurut Fadli, untuk para Bacaleg yang sudah terlanjut melakukan pemeriksaan di tempat lain, berkasnya akan tetap ditampung oleh KPU Provinsi Gorontalo, dengan syarat, harus melampirkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.

Terpisah Kepala Bagian Informasi Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo Udin Suratin Noho menjelaskan, ada dua standar pemeriksaan kesehatan bagi calon pejabat/calon anggota legislatif. Meliputi pemeriskaan kesehatan jasmani dan kesehatan rohani.

Adapun biaya untuk pemeriksaan tersebut sekitar Rp 729 ribu. Rinciannya untuk kesehatan jasmani terdiri pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan darah Rp 135 ribu dan narkoba Rp 145.800), pemeriksaan radiologi meliputi foto thorax biaya Rp. 88.050.

Poli THT meliputi pemeriksaan dokter dengan biaya Rp. 25 ribu dan audio metrik Rp 51 ribu. Poli mata meliputi pemeriksaan dokter biaya Rp 16 ribu serta Fisus Rp 22 ribu. Poli Interna Rp 25 ribu dan Jantung Rp 62.100. Sedangkan untuk pemeriksaan rohani kata Udin, melalui poli jiwa atau physiotest dengan biaya sebesar Rp. 155 ribu.

“Sejauh ini kurang lebih 200 calon pejabat yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, secara keseluruhan belum ada yang bermasalah dengan kesehatan,” urai Udin. Tarif tak jauh beda juga diterapkan RS MM Dunda Limboto. Meliputi pemeriksaan kesehatan jasmani Rp 136.220, pemeriksaan NAPZA RP 266.850 serta kesehatan jiwa Rp 300 ribu.

Hari Pertama Pendaftaran Sepi

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo telah membuka pendafataran calon anggota legisatif dimulai kemarin (4/7). Namun dari pantauan Gorontalo Post dari pagi hingga menjelang sore, suasana kantor KPU Provinsi masih lenggang. Belum ada salah satu calon yang mendatangi kantor KPU untuk mendaftarkan diri.

Kondisi serupa juga terlihat di KPU Pohuwato. Pantauan Gorontalo Post, masih kurangnya para bakal calon yang ingin mendaftar dikarenakan saat ini sebagian para calon masih mengikuti serangkaian tes pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani, sedang yang lainya masih melengkapi kelengkapan dokumen-dokumen persyaratan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan KPU RI.

Ketua KPU Pohuwato Rinto S Ali, S.Pd, M.Si mengatakan meski suasana pendaftaran masih sepi pihaknya akan terus siap menerima para calon yang ingin mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu hingga tanggal 17 Juni nanti. Tak tanggung-tanggung, dihari terakhir pendaftaran, pihaknya akan siap melayani para pendaftar hingga pukul 24.00 Wita.

“Untuk hari pertama ini belum ada pendaftar, namun pada prinsipnya kami akan tetap siap, para petugas juga sudah stand by menunggu dilokasi pendaftaran, sehingga proses pendaftaran ini bisa berjalan lancar hingga hari terakhir pendaftaran,” ujar Rinto.

Ia mengatakan, belajar dari pemilihan umum legislatif sebelumnya pendaftaran para calon baru akan ramai saat H-7 hingga H-1 sebelum pendaftaran ditutup. Sehingga pihaknya berusaha semaksimal mungkin agar bisa melayani para pendaftar dengan baik.

“Kemungkinan pendaftaran ini baru akan dipadati beberapa hari sebelum pendaftaranya di tutup, namun untuk penyebab pastinya kita belum tahu,” tambahnya.

Kendati demikian, Rinto berharap agar para pendaftar bisa segera menyerahkan berkas-berkas pendaftaran sejak pendaftaran dibuka, sehingga tidak akan menyulitkan para pendaftar jika kelengkapan berkas pendaftaranya belum lengkap.

“Kita berharap kepada partai-partai politik untuk dapat menggunakan waktu yang ada dengan maksimal, sehingga jika ada kelengkapan persyaratanya masih kurang, masih ada waktu untuk memperbaikinya,” tandas Rinto.(gp/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar