Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rekrut CPNS: Kabgor Prioritaskan Guru dan Tenaga Kesehatan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 19 September 2018 | 10:54 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Pada perekrutan Calan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, Kabupaten Gorontalo (Kabgor) memprioritaskan Guru dan Tenaga Kesehatan. Terkait kuota, Kabgor mendapat jatah sebanyak 148 orang.

Ini ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian-Pendidikan dan Pelatihan (BKD-Diklat) Kabgor Safwan Bano, kektika dihubungi Hargo.co.id (Gorontalo Post Gup). Dirinya menyampaikan jika itu berdasarkan usulan daerah dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Sebenarnya BKD Kabgor mengusulkan 160 orang tetapi akhirnya mendapatkan kuota sebanyak itu, dan memprioritaskan tenaga guru dan kesehatan,” kata Safwan Bano seraya menambahkan jika alokasi itu memang sudah diberikan langsung oleh Kemenpan.

BACA  Pemprov Gorontalo Gelar Vaksinasi Khusus Pengemudi Bentor dan Ojol

Masih pada kesempatan yang sama, Safwan Bano menegaskan jika pengumuman formasi CPNS sudah diberlakukan mulai Rabu (19/09/2018). Namun untuk mengetahui persyaratannya, boleh langsung ke kantor BKD Kabgor atau melihat langsung melalui website.

BACA  Jalan Yang Dibangun Pemprov Gorontalo Sudah Bisa Dinikmati Warga Ulapato

Lanjut katanya, untuk materi seleksi terdiri atas seleksi kompetensi dasar (SKD). CPNS yang menggunakan sistem CAT meliputi tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensi umum (TIU), tes wawasan kebangsaan (TWK) dan kelulusan seleksi (SKD) didasarkan pada nilai passing grade.

Ditanyakan untuk formasi khusus dalam hal ini olahragawan berprestasi, Safwan Bano mengatakan, untuk Kabgor sendiri memang dari empat formasi khusus, seperti cumlaude, kaum disabilitas, atlit berpretasi dan honorer K-2, hanya mendapatkan kuota untuk honorer K-2.

BACA  Rusli Habibie Dorong Bulog Gorontalo Terus Serap Beras Lokal

“Untuk formasi khusus atlit berprestasi itu semua langsung direkrut oleh Kemenpan melalui Kemenpora tetapi daerah diwajibkan menyampaikan datanya. Namun untuk Kabgor sendiri memang hanya mendapatkan formasi khusus untuk kategori honorer K-2, itupun hanya berjumlah 3 orang saja,” pungkas Safwan Bano. (ded/hg)


Komentar