Sabtu, 3 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rektor UNG Beri Sanksi Tegas Orator yang Umpat Presiden   

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 5 September 2022 | 22:05 Tag: , ,
  Mahasiswa yang berinisial YP (tengah) didampingi Rektor UNG DR. Ir. Eduart Wolok dan Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika usai konferensi pers di Gedung Rektorat UNG, pada Senin (05/09/2022). (Foto: Rita Setiawati/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Mahasiswa berinisial YP mendapat sanksi tegas dari Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) gara-gara mengumpat presiden saat berorasi pada demo penolakan kenaikan BBM. 

Menurut Rektor UNG, Eduart Wolok, sejak beredarnya video tersebut, dirinya banyak dihubungi oleh beberapa pihak untuk mempertanyakan sikap dari pihak universitas terkait hal itu. 

“Terkait video yang beredar, banyak yang menghubungi saya, baik Kapolda untuk meminta segera mengambil tindakan bagi yang bersangkutan,” kata Eduart Wolok dalam konferensi pers di lantai 1, Rektorat UNG, Senin, (05/09/2022). 

“Ini tidak mudah karena di sisi lain kita harus memberikan sanksi yang memberikan efek jera tapi disisi lain harus memberikan edukasi,” Katanya menambahkan. 

Eduart Wolok mengungkapkan, pihaknya telah mengundang yang bersangkutan untuk mengklarifikasi terkait kebenaran video tersebut. 

Mahasiswa tersebut mengaku bahwa umpatan itu hanya sebuah spontanitas dan yang bersangkutan juga sudah melakukan permintaan maaf secara terbuka baik kepada presiden, keluarga, seluruh masyarakat maupun seluruh civitas akademika UNG. 

Meski begitu, kata Eduart Wolok, pihaknya harus tetap memberikan saksi kepada, Yusuf Pasau. Dirinya mengatakan, awalnya sanksi yang akan diberikan adalah skorsing selama satu semester, namun ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sehingga pihaknya mengganti sanksi tersebut dengan hal yang bersifat edukatif. 

Eduart Wolok juga menerima masukan dari Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika yang menyarankan untuk memberikan sanksi yang lebih edukatif yakni dengan membuat tulisan-tulisan atau paper tentang kajian tentang posisi Indonesia dalam pusaran Indonesia. 

“Karena yang bersangkutan adalah mahasiswa penerima beasiswa, anak yatim dan apabila sanksi skorsing diterapkan pasti beasiswanya akan dicabut” Katanya mengungkapkan. 

Dengan beberapa pertimbangan tersebut, pihaknya memutuskan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan untuk menyusun empat 4 paper tersebut. Jika tidak terpenuhi, maka pihaknya terpaksa harus memberikan sanksi skorsing satu semester full kepada yang bersangkutan. 

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk memberikan pembelajaran bukan hanya bagaimana mendidik cara berorasi yang baik dan benar tetapi juga sebagai bentuk mengajarkan tanggung jawab sebagai seseorang yang berstatus mahasiswa,” kata Eduart Wolok. 

Sebelumnya, Aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa UNG di simpang lima Kota Gorontalo pada Jum’at, (02/08/2022) sempat viral di media sosial akibat potongan video yang berisi ucapan Yusuf Pasau yang memberikan umpatan yang ditujukan untuk presiden Joko Widodo.

Akibat ulahnya, banyak masyarakat yang mengecam bahwa mahasiswa UNG tersebut tidak sopan dan tidak beretika dalam menyampaikan aspirasinya. (***) 

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 93 times, 1 visits today)

Komentar