Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Remaja Tewas Disambar Petir Saat Main Bola

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Selasa, 20 Maret 2018 | 11:35 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id– Sungguh naas nasib yang menimpa Mohammad Renaldi Majili (17). anak yang tercatat sebagai siswa kelas sepuluh di sekolah Aliyah Patilanggio ini tewas seketika setelah tersambar petir saat hendak bermain sepak bola bersama teman-temannya di sebuah bak jemuran jagung di Desa Iloheluma, Kecamatan Patilanggio, Ahad (18/3) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Gorontalo Post, Renaldi saat itu sedang bermain sepak bola bersama 6 rekan sebayanya sekitar pukul 15.30 wita. Mereka bermain di sebuah bak jemuran jagung yang diketahui milik Nawab Hunowu (35).

BACA  Hasil Rapat Forkopimda Gorontalo, Mes Haji Menjadi Tempat Karantina Pasien Covid-19

Saat asyik-asyiknya bermain dibawah guyuran hujan, mereka dikagetkan dengan gemuruh suara petir yang cukup dekat. Mereka pun segera berlari mencari tempat berlindung, namun sayang saat berlari Renaldi jatuh tersungkur.

Yuki (19) salah satu temannya mencoba mendekat dan membangunkan Renaldi dan mendapatinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Teman-teman Renaldi langsung berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya oleh masyarakat jasad Renaldi pun dibawa ke rumahnya di Desa Iloheluma, Kecamatan Patilanggio. Kuat dugaan Renaldi tersambar petir saat hendak lari mencari tempat berlindung bersama teman-temannya.

BACA  Pengurus PBSI Gorontalo 2020-2024 Resmi Dilantik dan Dikukuhkan

Kapolsek Patilanggio, Iptu Djhon Raden Pou saat dikonfirmasi Gorontalo Post membenarkan kejadian tersebut. “Saat itu korban sedang main bola bersama teman-temannya dan saat ada petir mereka lari namun satu tertinggal dan tersambar petir. Diduga korban disambar petir karena saat itu tengah menggunakan anting pada salah satu telinga.

BACA  Berkeliaran di Tempat Umum, ODGJ di Kota Gorontalo Perlu Ditertibkan 

Korban tewas di tempat sesaat setelah disambar petir,” ujarnya. Dari kondisi jasad korban pun terdapat jejak petir di bagian leher belakang dan punggung korban yang ditandai dengan kulit agak hangus.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa pihak Polsek dan Puskesmas Patilanggio sudah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Akan tetapi pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan korban akan dikebumikan hari ini (kemarin, red) di Desa Iloheluma Kecamatan Patilanggio,” pungkasnya.(tr-55/hg)


Komentar