Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Renovasi Taruna! Lapangan Tenis Harus Pindah

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 5 April 2017 | 10:35 AM Tag: , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Renovasi lapangan taruna remaja Kota Gorontalo harus dilakukan menyeluruh, tak hanya taman dan menumen patung Nani Wartabone, namun fasilitas seperti lapangan tenis milik PELTI Gorontalo yang ada di kawasan itu harus dipindahkan. Kawasan taman dan lapangan taruna baikanya disulap menjadi kawasan taman kota yang asri serta pengelolaanya yang profesional, misalnya seperti taman Bungkul di Surabaya.

Seperti diketahui lapangan tenis tersebut sudah ada di kawasan lapangan Taruna Remaja sejak tahun 1986. Lapangan representative untuk digunakan sebagai sarana latihan atau menggelar turnamen tenis skala lokal Gorontalo. Area lapangan yang diresmikan 24 november 1986 oleh Walikota Gorontalo Ahmad Nadjamudin itu, memiliki empat lapangan yang cukup bagus. Fasilitas umum lapangan ini juga ada, diantaranya, dua kamar ganti pemain, satu kamar mandi dan wc, tribun, serta lampu penerangan yang dilaporkan masih berfungsi dengan baik.

Hanya saja, lapangan ini memang kurang mendapat banyak perhatian dari pemerintah. Sejumlah bagian kawasan lapangan Nampak sudah mulai usang. Hal ini wajar terjadi karena terakhir kali direnovasi kawasan lapangan ini tahun 2007, itupun kerjasama langsung dengan salah satu Bank swasta di Gorontalo.

Rahman Kunu, salah seorang pelatih atlet tenis junir Gorontalo yang mengaku telah beraktivitas sejak tahun 1980-an di kawasan lapangan tenis taruna remaja mengaku, meski terbilang usang, lapangan ini merupakan salah satu pilihan utama para atlet tenis Gorontalo untuk menggelar latihan.

Tak hanya itu, dulunya menurut Rahman, lapangan ini sering kali dijadikan tempat menggelar turnamen besar di Kota Gorontalo. “Sayangnya sekarang jarang ada turnamen lagi disini,” ujar pria yang mengaku pernah menjadi Kacung (Pengambil bola tenis,red) Jend Wiranto saat bermain tenis di lapangan itu. Padahal menurut Rahman, lapangan itu pernah digunakan oleh sejumlah atlet nasional maupun tokoh nasional untuk berolahraga. “Selain pak Wiranto, atlet nasional seperti, Tintus Hariyanto, Cahyono, hingga Menpora Akbar Tandjung pernah main disini,” ujarnya.

Ia tidak menolak, jika lapangan itu dipindah. “Kalau soal lapangan ini mau dipindah dimana saja kami sih terserah pemerintah saja, karena pada prinsipnya dimanapun lapangannya, pemain pasti datang kesitu,” pungkasnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar